Bitcoin Dinilai Sulit Jadi Mata Uang Global, Ini Pandangan Co Founder Wikipedia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Co-founder Wikipedia Jimmy Wales memprediksi Bitcoin berpotensi turun ke bawah US$ 10.000 dalam nilai dolar hari ini pada 2050. Pernyataan ini muncul saat harga Bitcoin masih berada di kisaran US$ 67.736, membuat proyeksi tersebut berarti potensi penurunan lebih dari 80% dalam jangka panjang.
Wales menilai Bitcoin kemungkinan besar tidak akan nol karena desain jaringannya cukup kuat untuk bertahan. Namun, ia mempertanyakan keberhasilannya sebagai mata uang maupun store of value.
"Orang-orang yang berpikir bahwa Bitcoin akan jatuh ke nol kemungkinan besar salah. Desainnya cukup kuat sehingga akan terus ada selamanya, kecuali terjadi kerusakan kriptografi yang tidak terduga atau serangan 51% yang mengejutkan (bahkan jika terjadi, saya rasa fork akan terus berlanjut)," ujar Wales dilansir dari laman resmi X @jimmy_wales, Senin (2/3/2026).
Baca Juga
Gelar Halaqah Nasional, Muhammadiyah Buka Peluang Tinjau Ulang Fatwa Haram Kripto
Menurut Wales, Bitcoin adalah “spekulatif” dan belum menunjukkan fungsi nyata sebagai alat pembayaran global. Ia menyoroti bahwa Bitcoin dinilai sulit digunakan, volatil, dan belum diterima luas sebagai alat tukar.
Ia juga menyatakan bahwa akumulasi institusional atau kehadiran ETF tidak otomatis menjamin stabilitas harga jangka panjang. Dalam pandangannya, narasi bahwa permintaan akan terus meningkat belum memiliki dasar kuat.
Melansir dari Indodax, ustilah “store of value” sendiri berarti aset yang mampu mempertahankan daya beli dalam jangka panjang. Wales berpendapat emas, perak, real estat, dan seni tetap lebih dominan dalam peran tersebut.
Dengan proyeksi harga di bawah US$ 10.000, Wales menggambarkan Bitcoin sebagai jaringan yang bertahan secara teknis, tetapi tidak menjadi sistem uang utama. Lebih lanjut, pernyataan Wales mencerminkan skeptisisme yang juga muncul di kalangan analis lain.
Beberapa pihak menilai Bitcoin gagal memenuhi misi awal sebagai peer to peer cash, lalu beralih ke narasi Lightning Network, dan kini bertumpu pada label store of value. Ada pula yang melihat Bitcoin lebih sebagai instrumen spekulatif daripada aset lindung nilai inflasi. Kritik ini semakin menguat setelah volatilitas harga dalam beberapa siklus terakhir.
Baca Juga
Namun, tidak semua suara sepakat dengan pandangan tersebut. Sebagian analis menilai volatilitas adalah fase alami dalam siklus adopsi teknologi baru. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa perdebatan soal fundamental Bitcoin masih terbuka dan belum mencapai konsensus global.
Secara matematis, jika harga saat ini sekitar US$ 67.736, maka target US$ 10.000 berarti penurunan sekitar 85%. Dalam sejarahnya, Bitcoin memang pernah mengalami koreksi lebih dari 80% dalam beberapa siklus bear market sebelumnya.
Namun, proyeksi hingga 2050 membawa banyak variabel yang belum bisa dipastikan, termasuk regulasi, adopsi institusi, perkembangan teknologi blockchain, hingga kondisi ekonomi global. Wales menempatkan dirinya di posisi tengah, Bitcoin kemungkinan bertahan sebagai jaringan, tetapi tidak mendominasi sistem keuangan global.

