Lippo Karawaci (LPKR) Catat Pendapatan Rp 9 Triliun dan Laba Rp 470 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pendapatan Rp 9,03 triliun dan EBITDA Rp1,37 triliun, sepanjang 2025. LPKR berhasil membukukan laba bersih (NPAT) sebesar Rp 470 miliar dan underlying NPAT meningkat 57% menjadi Rp 630 miliar yang mencerminkan peningkatan profitabilitas dan eksekusi operasional yang lebih kuat. LPKR juga menutup tahun 2025 dengan posisi kas yang kuat, yakni sebesar Rp 1,96 triliun.
"Kami dengan bangga menyampaikan pencapaian pra penjualan dan hasil keuangan tahun 2025 yang didukung oleh serah terima berbagai produk secara tepat waktu di berbagai wilayah. Strategi perumahan terjangkau perseroan yang dilengkapi penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat. Inisiatif pengurangan hutang juga secara signifikan memperkuat struktur permodalan perseroan," kata CEO LPKR John Riady dalam siaran pers, Senin(2/3/2026).
Pencapaian ini menegaskan fokus disiplin perseroan kepada bisnis inti real estate dan lifestyle, peningkatan efisiensi berkelanjutan, serta pengelolaan keuangan yang prudent melalui pengendalian biaya dan upaya pengurangan hutang.
Baca Juga
Hunian Tapak Dorong Penjualan, Lippo Karawaci Laporkan Pertumbuhan Real Estat 74%
Pada segmen real estate, pra penjualan 2025 tercatat Rp5,32 triliun atau mencapai 85% dari target tahunan. Kinerja ini didorong oleh permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak segmen terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, yang menyumbang 72% dari total pra penjualan, mencerminkan minat kuat dari pembeli rumah pertama dan end user.
Pencapaian ini juga didukung oleh peluncuran Park Serpong fase 4–6, serta pengenalan produk Treetops Livin. Proyek-proyek baru ini berhasil menjawab permintaan dari segmen mass market dan menengah sekaligus memperkuat posisi LPKR di pasar rumah tapak.
Baca Juga
Investasi Karawang Tembus Rp 70,77 Triliun, LippoLand Genjot Proyek Hunian
Adapun pendapatan segmen real estat selama tahun lalu mencapai Rp 7,67 triliun atau tumbuh 52% YoY, didorong oleh serah terima unit residensial dan komersial yang tepat waktu. EBITDA tercatat Rp1,15 triliun ditopang oleh efisiensi operasional dan eksekusi yang efektif.
Segmen gaya hidup, yang terdiri dari bisnis mal dan hotel, membukukan pendapatan Rp 1,37 triliun pada 2025. Laba kotor meningkat 6% menjadi Rp 1,03 triliun, sementara EBITDA naik 16% YoY menjadi Rp 448 miliar, didukung oleh peningkatan sewa tenant, pemulihan operasional yang berkelanjutan, serta optimalisasi biaya.

