Andalkan Kekuatan Grup, BNBR Jajaki Bisnis Data Center Gandeng Mitra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya N. Bakrie mengungkapkan perseroan tengah melirik segmen data center sebagai peluang pengembangan bisnis ke depan.
Langkah ini berkaitan dengan peran PT Multi Kontrol Nusantara (MKN), anak perusahaan BNBR yang bergerak di bidang system integrator, layanan jaringan, infrastruktur serat optik, dan solusi IT strategis.
Baca Juga
“Jadi, kalau kita lihat ada perusahaan MKN. Ini juga perusahaan lama dan berkembang di bidang IT. MKN itu salah satunya juga melihat bahwa infrastruktur IT yang sebelumnya,” kata Anindya kepada wartawan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) di Bakrie Tower, Jakarta, (27/2/2026).
Dia menjelaskan, infrastruktur IT sebelumnya identik dengan pembangunan tiang telekomunikasi atau jaringan fiber optik. Namun kini, kebutuhan infrastruktur teknologi telah berkembang ke arah yang lebih maju, yakni data center.
“Kan kita bicara mengenai tiang untuk telekomunikasi atau fiber optics. Tapi infrastruktur IT sekarang adalah data center. Jadi, bersama anggota grup yang lain, MKN juga sudah melirik (data center),” ujarnya.
Baca Juga
IHSG Ditutup Berbalik Naik Tipis Hari Ini, Saham BNBR Lompat 32,92%
Penjajakan tersebut masih tahap melihat potensi lokasi strategis, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Anindya menekankan, terdapat dua faktor utama dalam pengembangan data center, yakni ketersediaan lahan dan pasokan listrik yang memadai.
“Data center yang paling penting adalah pertama lahan dan kedua listrik. Nah, di situ adalah salah satu kekuatan grup kami ialah pembangkit listrik. Jadi bisa kita lihat di situ. Tapi kita tentu hanya mau investasi, apabila mendapatkan mitra strategis yang mengerti di bidang data center ini,” terang Anindya.
Dari sisi kinerja, BNBR membukukan pendapatan bersih Rp 3,74 triliun sepanjang 2025, turun 3,28% secara year on year (yoy). Meski demikian, laba bersih perseroan naik 49,6% menjadi Rp 502,74 miliar, atau meningkat Rp 166,69 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 336,04 miliar.
Pendapatan bersih tersebut ditopang kontribusi PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,18 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group sebesar Rp 1,08 triliun, serta PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group sebesar Rp 464,21 miliar.

