Investortrust-Infovesta Gelar Best Unit Link Awards 2026, Ini Metodologi Penilaiannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Infovesta Utama kembali berkolaborasi dengan Investortrust untuk menyelenggarakan ajang pemeringkatan tahunan Best Unit Link Awards 2026.
Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, penghargaan itu mencerminkan komitmen berkelanjutan kedua pihak sejak 2005 untuk memberikan transparansi dan objektivitas dalam menilai kinerja produk unit link di Indonesia. “Komitmen kami sangat jelas membantu nasabah dan industri menilai produk ini, baik secara individual maupun industri berdasar kinerja historis yang terukur dan kritikal,” tegas Parto di Glasshouse Habitate, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dalam proses penjurian tahun ini, Infovesta menilai produk unit link yang telah berusia minimal satu tahun, mencakup denominasi rupiah (IDR) dan dolar AS (USD), baik konvensional maupun syariah. Penilaian dilakukan terhadap empat kelas aset utama, yaitu saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Sementara periode evaluasi mencakup kinerja 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun.
Baca Juga
BNI Life Borong 13 Penghargaan di Ajang Best Unit Link Awards 2026
Parto menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara komprehensif dengan menerapkan eliminasi terhadap anomali kinerja jangka pendek. “Jadi kalau ada kenaikan yang tiba-tiba dalam satu hari, atau penurunan anjlok satu hari, kami anggap anomali, kami keluarkan,” tegasnya.
Juri juga memastikan, perusahaan asuransi penerbit produk unit link tidak memiliki permasalahan hukum dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan dalam aspek kuantitatif, terdapat tiga indikator utama yang digunakan, yakni total return dengan bobot 40% untuk mengukur kinerja, risk adjusted return dengan bobot 40% guna melihat optimalisasi hasil terhadap risiko, serta downside risk sebesar 20% untuk menilai kemampuan pengelolaan risiko. “Sehingga hasilnya benar-benar akhir dan dapat dipercaya,” simpul Parto.
Meski demikian, ia mengakui metodologi yang digunakan masih memiliki keterbatasan. Pasalnya, analisis belum mencakup isi portofolio secara detail maupun bobot sektor industri karena keterbatasan akses data.
Minat Unit Link
Dalam kesempatan yang sama, Parto turut menanggapi tren penurunan minat terhadap unit link dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, faktor literasi dan kesabaran investor turut berperan.
“Dalam pengalaman saya sendiri, investasi di unit link itu mengalami kerugian juga pernah. Namun, kemudian ada yang balik, yang pulih justru investasi di luar negeri, yang di dalam negeri belum,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut, lanjut dia, menjadi pelajaran penting tentang pentingnya investasi jangka panjang, diversifikasi, serta pemilihan manajer investasi dan perusahaan asuransi yang tepat.
Baca Juga
Asuransi BRI Life Menangi 4 Kategori Best Unit Link Award 2026
Melalui penghargaan hari ini, Infovesta berharap industri asuransi jiwa terus meningkatkan kualitas pengelolaan investasi, transparansi biaya, serta inovasi produk. "Kami melihat akan muncul ETF (exchange trade fund) emas. Siapa tahu perusahaan asuransi bisa memasukkan investasi emas batangan ke dalam produknya. Itu mungkin bisa menarik untuk meningkatkan animo masyarakat terhadap unit link," saran Parto.
Ke depan, ia berharap unit link tidak hanya dipandang sebagai produk investasi semata, melainkan berkembang menjadi solusi perlindungan dan perencanaan keuangan jangka panjang yang kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Akhir kata, selamat kepada seluruh pemenang Best Unit Link Awards 2026. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi industri asuransi yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tutupnya.

