Laba Indo Tambangraya (ITMG) Tergerus Jadi US$ 190,94 Juta di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 190,94 juta pada 2025. Realisasi tersebut menunjukkan penurunan hampir 49% dari pencapaian tahun 2024 sebanyak US$ 374,11 juta.
Manajemen ITMG dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan bersih dari US$ 2,30 miliar menjadi US$ 1,88 miliar. Penurunan tersebut berdampak terhadap pelemahan laba kotor ITMG dari US$ 698,81 juta menjadi US$ 482,83 juta.
Baca Juga
Dipicu Penurunan Harga Batu Bara, Pendapatan ITMG Tertekan Jadi US$ 1,36 Miliar
ITMG juga mencatatkan penurunan laba tahun berjalan dari US$ 375,60 juta menjadi US$ 194,67 juta hingga akhir 2025. Penurunan tersebut membuat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari US$ 0,33 per saham menjadi US$ 0,17 per saham.
Meski mengalami penurunan kinerja, Indo Tambangraya (ITMG) berhasil mempertahankan total asset senilai US$ 2,40 miliar tahun 2025. Adapun total liabilitas mengalami kenaikan dari US$ 472,73 juta menjadi US$ 497,73 juta.
Baca Juga
Tahun lalu, ITMG telah mendiversifikasi bisnis melalui akuisisi 9,62% saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) senilai Rp 256 miliar atau sekitar US$ 15,7 juta. Langkah ini memperluas eksposur perusahaan ke sektor nikel yang menjadi bahan baku kendaraan listrik (EV), sekaligus sejalan dengan peta jalan dekarbonisasi Banpu Group.

