Kinerja Solid, Saham BSI (BRIS) Direkomendasi Beli dengan Potensi Cuan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI direkomendasikan beli dengan potensi cuan lebih dari 17%, seiring dengan kinerja keuangan tahun 2025 tumbuh solid dan target pertumbuhan tahun 2026.
Samuel Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (18/2/2026), mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 2.800, bandingkan dengan harga penutupan kemarin Rp 2.380. Target tersebut setara dengan perkiraan PBV tahun ini sekutar 2,2 kali.
Baca Juga
Aset Kelolaan Tembus Rp 128 Triliun, BSI (BRIS) Perkuat Bisnis Kustodian
Analis Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi mengatakan, target harga tersebut juga mempertimbangkan komitmen manajemen BRIS untuk terus mengeksekusi strategi pembiayaan berbasis konsumer, ekspansi CASA, serta diversifikasi pendapatan berbasis fee. “Strategi ini menopang pertumbuhan laba yang tetap resilien meski margin mengalami normalisasi,” tulisnya.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan target kinerja operasional BRIS oleh manajemen, seperti target pertumbuhan pembiayaan tahun ini sebesar 14–16%, net interest margin (NIM) di atas 5,5%, serta credit cost di bawah 1,0%. Bandingkan dengan realisasi tahun 2025 dengan pembiayaan tumbuh 14,5%, NIM 5,6%, dan credit cost 84 bps.
Baca Juga
Masih di Kisaran 10%, BSI (BRIS) Segera Penuhi Aturan Free Float 15%
“Dengan fundamental tersebut saham BRIS layak dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.800. Valuasi ini juga didukung ROE berkelanjutan di kisaran mid-teens dan kualitas laba yang membaik,” tulisnya.
Tahun lalu, BRIS cetak laba senilai Rp 7,6 triliun atau bertumbuh 8,0% dari realisasi tahun sebelumnya atau sejalan dengan estimasi. Dana pihak ketiga tumbuh 16,2% YoY menjadi Rp 380 triliun. CASA meningkat 19,0% YoY, sehingga rasio CASA naik ke 61,6%. Pembiayaan tumbuh 14,5% menjadi Rp 318 triliun yang dipimpin segmen konsumer dan wholesale, dengan bisnis emas melonjak hampir 80% YoY.

