Fundamental Emiten Kuat, CEO Investortrust: ‘It’s Time to Buy’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Banyak emiten Indonesia yang dinilai memiliki kinerja fundamental kuat, sementara harga sahamnya masih berada pada level yang relatif murah. CEO Investortrust, Primus Dorimulu pun memandang, investor domestik perlu lebih percaya diri melihat kondisi pasar saham saat ini.
“Kalau saya sebagai investor, it’s time to buy,” ujar Primus dalam diskusi daring bertema ‘Prospek dan Arah Pasar Modal Indonesia, Pasca-MSCI dan Moody’s’ yang diselenggarakan Universitas Paramadina, Rabu (18/2/2026).
Dia menilai dari sisi valuasi, banyak saham di Bursa Efek Indonesia diperdagangkan dengan price to earnings (PE) ratio di bawah 15 kali. Bahkan sejumlah saham perbankan memiliki PE ratio di bawah 10 kali. Kondisi ini dianggap sebagai momentum menarik bagi investor jangka panjang.
Namun peringkat (rating) yang diberikan MSCI, Moody's, S&P Global Ratings, hingga Fitch Ratings terhadap pasar dan emiten Indonesia, menahan aliran masuk investor asing.
“Apakah lembaga-lembaga internasional itu MSCI, Moody’s, steril dari kepentingan bisnis. Kalau menurut saya tidak steril,” sambung Primus.
Meski begitu, dia memperkirakan investor asing akan kembali masuk dalam jumlah besar pada 2-3 bulan ke depan. Ketika harga saham kembali naik signifikan, investor yang tidak masuk pada fase sekarang berpotensi kehilangan peluang.
Baca Juga
Kebangkitan Pasar Modal Butuh Peningkatan Literasi Penegak Hukum
“Kalau kita investor enggak masuk sekarang, dia akan gigit jari,” imbuhnya.
Beberapa saham dimaskud, antara lain saham perbankan seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang dinilai memiliki fundamental kuat. Meski terdapat penyesuaian rating oleh lembaga internasional, saham-saham ini dipercaya tetap prospektif.
Primus pun mengamati secara historikal, pola yang kerap terjadi adalah investor asing masuk lebih awal saat harga rendah, kemudian investor lokal mengikuti ketika harga sudah naik. Akibatnya, investor domestik sering kali membeli di harga yang lebih tinggi.
Karena itu, ia mendorong investor lokal untuk lebih jeli membaca momentum. “Ini menurut saya time to buy dan pemerintah kita sudah on the track (merespons peringkat global),” ujarnya optimistis.

