Menjelang Pengumuman Lelang, Proyek Waste to Energy Danantara Jadi Sorotan Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Proyek Waste to Energy (WTE) Danantara memasuki fase krusial menjelang pengumuman pemenang lelang tahap pertama pada Februari 2026. Dari 24 peserta yang mengikuti proses seleksi, panitia akan menetapkan empat pemenang sebelum proyek memasuki tahap groundbreaking pada Maret 2026 dan dilanjutkan ke fase ekspansi hingga pertengahan tahun.
Meningkatnya perhatian pasar terhadap proyek ini turut memunculkan berbagai spekulasi mengenai kandidat yang berpeluang lolos. Analis pasar Thomas William menyebut terdapat kemungkinan dinamika dalam penentuan pemenang, meski belum ada konfirmasi resmi dari penyelenggara proyek. Selama ini yang dirumorkan OASA, TOBA, dan MHKI, tapi ada peluang DAAZ.
“Nama-nama yang beredar selama ini belum tentu menjadi pemenang. Kita tunggu saja pengumuman resminya,” ujarnya dikutip Rabu (18/2/2026).
Baca Juga
Proyek WtE Danantara Masuk Proses Tender, Ada Veolia Asal Prancis
Sejauh ini, belum terdapat pernyataan resmi mengenai komposisi konsorsium maupun perusahaan yang akan ditetapkan sebagai pemenang tahap pertama. Otoritas proyek juga belum mengumumkan rincian final terkait nilai kontrak maupun skema pembiayaan.
Proyek WTE Danantara menetapkan standar teknis dan finansial yang ketat. Peserta diwajibkan memiliki pengalaman mengoperasikan fasilitas WTE dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari serta rekam jejak operasional dan pemeliharaan (O&M) yang teruji. Dari sisi keuangan, perusahaan harus memiliki aset besar, struktur ekuitas kuat, dan rasio utang yang sehat.
Baca Juga
Perminas dan New Energy Metals Teken MoU, Danantara Dukung Integrasi Unsur Tanah Jarang RI-Gabon
Kriteria tersebut secara alami menyaring peserta menjadi kelompok perusahaan dengan kapasitas industri yang memadai. Dalam proyek berskala besar, periode menjelang pengumuman pemenang kerap diwarnai ekspektasi tinggi dan sensitivitas pasar, termasuk peningkatan aktivitas transaksi pada saham-saham terkait.
Di luar dinamika jangka pendek, proyek WTE Danantara diproyeksikan memberikan dampak strategis terhadap pengelolaan sampah nasional, ketahanan energi domestik, serta penguatan investasi di sektor transisi energi. Jika terealisasi sesuai jadwal, proyek ini berpotensi menjadi bagian dari pengembangan ekosistem energi dan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Adapun pengumuman resmi pada Februari 2026 akan menjadi penentu arah pelaksanaan tahap berikutnya.

