DPR Sampaikan Dukungan pada Pembenahan OJK dan SRO di Pasar Modal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan dukungan politik terhadap langkah pembenahan yang tengah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) di pasar modal Indonesia.
Misbakhun menegaskan DPR berkomitmen memberikan dukungan politik yang kuat terhadap agenda reformasi sektor jasa keuangan yang diinisiasi pemerintah dan OJK.
“Harapan kami di DPR tentu ingin memberikan dukungan politik yang kuat kepada langkah-langkah pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan,” kata Misbakhun dalam konferensi pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ia menilai PTIJK menjadi momentum strategis untuk mendorong penataan ulang serta reformasi berkelanjutan di industri jasa keuangan. Upaya tersebut dinilai penting guna memastikan tata kelola keuangan nasional sejalan dengan standar global, sekaligus memperkuat keterhubungan sistem keuangan Indonesia dengan sistem keuangan internasional.
Menurut Misbakhun, penguatan bursa saham nasional menjadi salah satu isu utama yang saat ini mengemuka. Langkah tersebut antara lain diwujudkan melalui rencana peningkatan porsi saham publik atau free float menjadi 15%, penguatan aspek transparansi, serta implementasi demutualisasi bursa.
Baca Juga
Outlook Moody’s Jadi Negatif, Airlangga: Rating Indonesia Tetap 'Investment Grade'
“Dengan langkah-langkah itu, bursa benar-benar dapat dijalankan dengan sistem yang terbuka dan transparan, tanpa keterkaitan antarpara pihak sebagai operator, baik sebagai pemegang saham maupun pihak terkait lainnya,” jelas Misbakhun.
Lebih lanjut, Komisi XI DPR memberikan apresiasi atas berbagai langkah yang dilakukan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam merespons dinamika pasar. Misbakhun menilai otoritas telah menunjukkan respons yang cepat, disertai dengan pelaksanaan program-program yang terarah dan memiliki tujuan jelas dalam rangka memperkuat pasar modal nasional.
Sebagai informasi, PTIJK 2026 digelar pada Kamis (5/2/2026) malam dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Selain itu, adapula Wakil Pengawas Danantara Muliaman Hadad, Wakil Ketua DPR Sari Yuliati, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, pimpinan lembaga negara, pelaku usaha nasional, serta para duta besar negara sahabat. Acara ini selain diselenggarakan secara luring, acara juga digelar secara daring dan diikuti oleh sekitar 7.000 peserta.

