IHSG Ditutup Melemah 0,53%, Saham CTTH hingga FITT Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/2/2026), ditutup anjlok sebanyak 42,84 poin (0,53%) menjadi 8.103. Rentang pergerakan 8.102-8.214 dengan nilai transaksi Rp 18,67 triliun.
Penurunan ini dipengaruhi atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor industry 1,35%, sektor energi 1,20%, sektor teknologi 1,19%, sektor infrastruktur 1,23%, sektor consumer primer 0,99%, sektor property 0,84%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer non primer 0,79%.
Baca Juga
RI Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8%, Rosan Ungkap Peluang Investasi di Sektor Energi dan Hilirisasi
Penurunan tersebut juga dipicu pelemahan sejumlah saham big cap, seperti DSSA, MORA, dan FILM. Penurunan juga dipicu berlanjutnya auto reject bawah (ARB) saham PIPA, PADI, dan MINA.
Meski IHSG turun, saham berikut catatkan penguatan pesat, seperti saham CTTH menguat 34,48% menjadi Rp 117, NZIA menguat 34,31% menjadi Rp 184, KOCI naik 33,77% menjadi Rp 206, BUKK naik 25% menjadi Rp 1.650, LION naik 24,62% menjadi Rp 486, dan FITT menguat 24,30% menjadi Rp 665. Meski tak ARA, PPRE melesat 31,33% menjadi Rp 218.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 24,12 poin (0,30%) menjadi 8.146 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,43 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BUMI Rp 571,91 miliar dan ANTM senilai Rp 193,77 miliar.
Baca Juga
Terkait penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 3,32%, sektor keuangan 1,16%, sektor industry 0,72%, sektor transportasi 0,17%, dan sektor teknologi 0,03%. Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham sektor consumer primer dan infrastruktur.
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham CTTH naik 34,48% menjadi Rp 117, NZIA menguat 34,31% menjadi Rp 184, dan KOCI naik 33,77% menjadi Rp 206.
ARA juga melanda sahamBUKK sebanyak 25% menjadi Rp 1.650, LION naik 24,62% menjadi Rp 486, dan FITT menguat 24,42% menjadi Rp 535. Kenaikan pesat juga melanda saham NASI sebanyak 26,71% menjadi Rp 185.

