Saham BTN (BBTN) Ditutup Melejit Kemarin, Sekuritas Asing Ternyata Aktif Borong
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ditutup perkasa dengan kenaikan Rp 115 atau 9,39% ke level Rp 1.340 pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/2/2026). Penguatan saham BBTN turut dibarengi aksi beli investor asing dengan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 65,34 miliar.
Berdasarkan data BEI, nilai transaksi saham BBTN tercatat sebesar Rp 234,18 miliar sepanjang perdagangan kemarin. Dengan capaian tersebut, saham BBTN telah menguat 15,52% secara year to date (ytd), sekaligus menjadi saham bank dengan kinerja terbaik sepanjang tahun berjalan 2026.
Baca Juga
Optimistis Tekan NPL di Bawah 3%, BTN (BBTN) Bakal Pakai 3 Jurus Ini
Penguatan saham bank yang berfokus pada kredit pemilikan rumah (KPR) ini melampaui kinerja saham bank BUMN lainnya. Saham BRIS tercatat naik 8,11% ke Rp 2.400, BMRI menguat 3,52% menjadi Rp 5.000, BBRI naik 1,84% ke Rp 3.870, serta BBNI menguat 0,87% ke level Rp 4.630.
Aksi beli bersih saham BBTN kemarindidominasi oleh perusahaan sekuritas asing. UBS Sekuritas Indonesia mencatatkan pembelian bersih sebanyak 23,12 juta saham, disusul Macquarie Sekuritas Indonesia yang memborong 17,61 juta saham. Maybank Sekuritas Indonesia juga mencatatkan pembelian bersih sebanyak 11,98 juta saham BBTN.
Selain itu, JP Morgan Sekuritas Indonesia memborong bersih sekitar 5,1 juta saham BBTN, sementara KB Valbury Sekuritas Indonesia mencatatkan pembelian bersih sebanyak 4,19 juta saham. Adapun penjualan bersih saham BBTN didominasi oleh broker lokal, antara lain Mirae Asset Sekuritas, Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan BCA Sekuritas.
Potensi Teknikal
Mandiri Sekuritas memperkirakan peluang penguatan saham BBTN masih berlanjut pada perdagangan Kamis (5/2/2026). Secara teknikal, saham BBTN berpeluang bergerak menuju level resistance di Rp 1.390 setelah ditutup melonjak pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga
Lewat Ajang Ini, BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi
Dari sisi fundamental, Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi menyebutkan potensi penguatan saham BBTN sejalan dengan pandangan positif terhadap prospek sektor perbankan. KB Valbury memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada 2026 berada di kisaran 8–10%, sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia sebesar 8–12%.
Dana pihak ketiga (DPK) juga diperkirakan terus tumbuh, didukung kondisi likuiditas yang semakin longgar, sementara biaya dana diprediksi melanjutkan tren penurunan. Berdasarkan asumsi tersebut, KB Valbury mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.530, yang merefleksikan rasio price to earnings (PER) sekitar 4,2 kali pada 2026, terendah di antara bank-bank besar lainnya.

