'Outflow' ETF Catat Rekor di Januari, Pasar Kripto Masih Berdarah-darah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar kripto mengalami awal tahun yang sangat berat dengan Bitcoin (BTC) yang ditutup negatif 10,17% ke harga penutupan US$ 78.621 pada Januari 2026. Penurunan ini membawa Bitcoin merosot sekitar 40% dari puncaknya di tahun 2025 pada level US$ 126.000, kembali turun ke level pasca kejatuhan pasar akibat kebijakan tarif ‘liberation day’ pada 2 April 2025.
Di sisi lain, Ethereum (ETH) mencatatkan kinerja yang lebih buruk dengan koreksi tajam sebesar 17,52%, ditutup pada level US$ 2.445 setelah sempat diperdagangkan di angka US$ 2.967 pada awal sesi.
Aksi jual terjadi sejak penunjukan Kevin Warsh oleh Presiden Donald Trump, sebagai calon Ketua Federal Reserve berikutnya menggantikan Jerome Powel pekan lalu.
“Pilihan ini secara instan memperkuat posisi Dolar AS karena meredakan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral, yang secara otomatis mengurangi daya tarik Bitcoin,” simpul Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Senin (2/2/2026).
Baca Juga
Inilah 5 Sinyal Peringatan Kripto Global yang Investor Muda Wajib Pahami di 2026
Selain itu, kepercayaan investor ritel juga goyah akibat imbas aksi jual masif dimana perak (SLVON) yang mencatatkan hari terburuknya sejak Maret 1980, turun 30% dari all time high US$ 110 dan kini bertengger di US$ 77. Emas (PAXG) juga mengalami koreksi dari puncak US$ 5.650, anjlok hampir 15% ke level US$ 4.800.
Dari sisi institusional, data ETF Bitcoin Spot menunjukkan sikap pesimis pasar dengan menutup bulan Januari 2026 melalui rekor outflow mingguan terbesar dalam sejarah, mencapai US$ 1,49 miliar pekan lalu yakni 26-30 Januari 2026.
Secara akumulatif sepanjang Januari, pasar ETF mencatatkan arus keluar bersih sebesar US$ 1,62 miliar, hasil dari dominasi total outflow masif sebesar US$ 3,50 miliar melawan inflow yang hanya mencapai US$ 1,87 miliar.
“Kondisi ini menyebabkan total aset bersih merosot ke angka US$ 106,96 miliar di akhir bulan, mencerminkan sikap wait and see institusi di tengah volatilitas tinggi,” sambung Panji.
Baca Juga
UEA Suntik US$ 500 Juta ke 'Startup' Kripto Terkait Donald Trump
Sementara hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di kisaran US$ 76.000 - US$ 79.000 dengan Ethereum diprediksi melalui rentang US$ 2.200 - US$ 2.400.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah 1,5% bertengger di US$ 77.700 atau sekitar Rp 1,3 miliar, setelah sempat turun ke US$ 75.724, level yang terakhir terlihat pada April 2025.
Sementara, dominasi pasar BTC kini berada di level 59,93%, dengan total kapitalisasi pasar aset kripto juga turun 2% menjadi ke level US$ 2,59 triliun.

