Dana Investasi Kripto Catat 'Outflow' Terbesar Sejak Maret, Bitcoin Tertekan Tapi Ethereum Masih Diminati
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Produk investasi berbasis aset kripto kembali mencatat arus keluar (outflow) signifikan pekan lalu, mengakhiri tren dua pekan inflow berturut-turut. Menurut laporan CoinShares, total dana yang keluar dari produk kripto global mencapai US$ 1,43 miliar, terbesar sejak Maret 2025.
Melansir CoinTelegraph, Selasa (26/8/2025), arus keluar ini terjadi seiring melemahnya harga dua aset kripto terbesar. Bitcoin (BTC) turun dari level di atas US$ 116.000 pada 18 Agustus menjadi sekitar US$ 112.000 di akhir pekan. Sementara itu, Ether (ETH) jatuh di bawah US$ 4.100 pada Selasa (19/8) setelah sempat bertahan di kisaran US$ 4.250.
Data SoSoValue mencatat, dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Ether mencatat outflow hampir US$ 430 juta hanya pada Selasa, menjadikannya arus keluar terbesar kedua dalam sejarah produk ETF berbasis ETH.
Baca Juga
TRIV Dorong Edukasi dan Likuiditas, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Kripto Regional
Kepala Riset CoinShares James Butterfill menilai, pergeseran sentimen investor dipicu ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter AS. “Pesimisme terhadap sikap Federal Reserve mendorong arus keluar hingga US$ 2 miliar di awal pekan,” ujarnya.
Namun, suasana pasar berbalik setelah pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole Symposium yang dianggap lebih dovish dari perkiraan. Kondisi itu memicu arus masuk baru senilai US$ 594 juta pada akhir pekan.
Baca Juga
Komisi Sekuritas dan Bursa AS Setujui ETP Kripto Bisa Ditebus dalam Bentuk Aset
Butterfill menyoroti perbedaan sentimen investor antara Bitcoin dan Ethereum. Exchange traded product (ETP) Bitcoin mencatat outflow lebih dari US$ 1 miliar, sementara Ether meski tertekan masih membukukan inflow bulanan.
“Sejauh ini, inflow bulanan Ethereum mencapai US$ 2,5 miliar, dibanding Bitcoin yang justru mencatat outflow sekitar US$ 1 miliar,” katanya. Tahun ini, inflow ke Ethereum sudah setara 26% dari total asset under management (AUM), jauh di atas Bitcoin yang hanya 11%.

