Laba OCBC NISP Tumbuh 4% Jadi Rp 5,1 Triliun di 2025, DPK dan Transaksi Digital Melonjak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) di tahun 2025 mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 5,1 triliun, tumbuh 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 10% menjadi Rp 13,1 triliun.
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit tumbuh 2% secara tahunan (YoY) menjadi Rp173,4 triliun dengan kualitas kredit yang tetap terjaga baik, tercermin dari rasio NPL Gross terkendali di level 1,9%. Rasio pencadangan NPL yang memadai sebesar 226,0%.
Sementara itu, kondisi likuiditas Bank juga tetap berada pada posisi yang baik, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 240,9%. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 18% secara tahunan (YoY) menjadi Rp243,5 triliun, terutama ditopang oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 24% secara tahunan (YoY) menjadi Rp141,1 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA naik menjadi 58,0% dibandingkan 55,3% pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Bank OCBC NISP Salurkan Pembiayaan Rp 113 Miliar ke Investasi Hijau Satu
Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja menyampaikan bahwa Bank tetap fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengelolaan risiko yang prudent.
“Sepanjang tahun 2025, Bank tetap mampu menjaga kinerja yang solid di tengah dinamika makroekonomi. Penguatan dana pihak ketiga dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan kinerja bank ke depan,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga
Dari sisi permodalan, tingkat kecukupan modal Bank (CAR) juga meningkat menjadi 24,5% dari 23,6% pada tahun sebelumnya, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan usaha ke depan.
Dalam aspek akselerasi transformasi digital, bank yang salah satu kepemilikan sahamnya dimiliki oleh investor kawakan Lo Kheng Hong tersebut terus mencatatkan perkembangan yang positif.
Sepanjang tahun 2025, total volume transaksi digital tumbuh sebesar 46% secara tahunan didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking mencapai 13% secara tahunan, serta pertumbuhan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 19% secara tahunan.
Dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 1.500 triliun selama tahun 2025. Penguatan kapabilitas digital ini sejalan dengan upaya bank untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, memperluas jangkauan layanan perbankan, serta mendorong digitalisasi dan efisiensi operasional secara berkelanjutan.

