Krakatau Steel (KRAS) Optimistis Bukukan Laba Rp 6 Triliun di 2025, Transformasi Bisnis Jadi Kunci
Poin Penting
|
JAKARTA, investrotrust.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) optimistis membukukan laba hingga Rp 6 triliun sepanjang 2025. Angka ini didukung keberhasilan transformasi bisnis perusahaan serta suntikan pendanaan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Direktur Utama Krakatau Steel (KRAS) Muhamad Akbar Djohan menyampaikan bahwa laba signifikan tersebut merupakan hasil dari perbaikan kinerja korporasi secara menyeluruh yang telah dijalankan perusahaan.
Baca Juga
Balikkan Rugi Jadi Laba dan Diguyur Duit Danantara, Krakatau Steel (KRAS) Siap 'Come back'?
“Sehingga alhamdulillah tahun ini, insya Allah kita akan mencetak laba yang sangat signifikan, kurang lebih Rp6 triliun,” ujar Akbar saat menghadiri acara ‘Best Stock Awards yang digelar Investortrust.id’ di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Sebagaimana diketahui, Danantara belum lama ini menyuntikkan pendanaan kepada Krakatau Steel senilai Rp 4,93 triliun. Menurut Akbar, dukungan pendanaan tersebut menjadi momentum penting bagi perseroan untuk melakukan berbagai perbaikan fundamental.
Perbaikan tersebut mencakup pembenahan proses bisnis, peningkatan kinerja produksi, restrukturisasi keuangan, hingga transformasi sumber daya manusia (SDM). Langkah-langkah tersebut dinilai krusial dalam memperkuat daya saing serta menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan ke depan.
Baca Juga
Krakatau Steel Group Finalisasi Penjualan 26 Ha Lahan untuk Pabrik PET Resin ke Wankai Indonesia
“Dengan transformasi dan restrukturisasi keuangan, di tahun-tahun berikutnya akan jauh lebih memberikan profit yang menjadi tanggung jawab kita untuk dikembalikan kepada pemerintah, baik berupa dividen maupun value added bagi perekonomian nasional,” ungkap Akbar.
Pada kesempatan yang sama, Krakatau Steel juga menerima penghargaan Best Stock Awards 2026 untuk Sektor Barang Baku. Penghargaan tersebut menjadi penanda meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek perusahaan.
“Best Stock Award ini menjadi leverage bagaimana industri baja nasional mendapatkan trust dari publik yang dibuktikan melalui kinerja saham. Sebagai BUMN produsen baja terbesar di Indonesia, bottom line kami adalah kepercayaan itu sendiri,” ujar Akbar.

