IHSG Sesi I Terjun 7,34%, Pasar Menantikan Langkah Otoritas Bursa Jaga Pasar Saham Domestik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (28/1/2026), ditutup anjlok sebanyak 659,01 poin (7,34%) menjadi 8.321 atau nyaris terkena trading halt. Rentang pergerakan 8.269-8.980 dengan nilai transaksi Rp 28,94 triliun. Penurunan hari ini tercatat yang paling dalam sejak 8 April 2025.
Penuruan indeks dipicu atas keputusan MSCI Global untuk membekukan sementara perhitungan saham-saham dari Indonesia dalam MSCI Global Standard dipicu kurangnya transparansi kepemilikan saham. Pelemahan indeks ini berbanding terbalik dengan sebagian besar bursa saham Asia yang bergerak di zona hijau, seperti Hang Seng melesat 967 poin dan Strait Times naik 36 poin.
Baca Juga
'Hype' Emas dan Perak Salip Kripto, Awas Risiko FOMO di Pasar
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor infrastruktur terjun 10,19%, energi anjlok lebih dari 9%, material dasar turun 7.80%, konsumer primer turun 6,19%, property melemah 7,41%, dan sektor keuangan 4,21%.
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh saham, baik big cap dan saham konglomerasi yang menjadi pemberat utama indeks. Di antaranya, BREN terjun 14,47%, BBCA melemah 4,33%, dan DSSA anjlok 15%.
Di tengah penurunan tajam ini, sejumlah investor berharap langkah segera otoritas bursa, seperti OJK, BEI, dan KSEI, untuk memghindari kejatuhan lebih dalam indeks ke depan setelah adanya keputusan MSCI tersebut.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis sebanyak 4,9 poin (0,05%) menjadi 8.980. pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,61 triliun dengan penyumbang terbesar BBCA senilai Rp 1,10 triliun.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 2,14%, konsumer primer naik 1,72%, sektor infrastruktur 1,59%, sektor energi naik 1,15%, dan sektor transportasi 0,59%. Sebaliknya penekan indeks datang dari kejatuhan saham sektor industry 3,45%, sektor material dasar, 1,43%, dan keuangan 0,47%.
Meski IHSG ditutup naik tipis, sejumlah saham berikut berhasil bukukan lompatan harga, seperti saham LAJU naik 34,83% menjadi Rp 120, STAR naik 25% menjadi Rp 625, INAI Naik 24,79% menjadi Rp 292, BOGA menguat 24,78% menjadi Rp 1.435, ALKA naik 24,60% menjadi Rp 785, dan LMPI naik 23,81% menjadi Rp 312.

