Siloam (SILO) Gencar Ekspansi, Sahamnya Berpeluang Naik ke Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) terus memperlihatkan prospek pertumbuhan jangka menengah yang solid, seiring strategi ekspansinya yang agresif dan perbaikan kinerja keuangan yang berkelanjutan. Emiten rumah sakit (RS) ini masih memiliki ruang pertumbuhan menarik. Alhasil, saham SILO berpeluang naik dari level saat ini.
Dalam riset CGS Sekuritas Indonesia, Siloam disebut konsisten membuka RS baru. Setiap tahun, perusahaan berencana membuka 1-2 RS. Rencana itu ditopang oleh kesiapan 10 proyek RS baru yang diperkirakan mulai beroperasi dalam dua tahun ke depan.
“Ekspansi ini menjadi faktor penting karena peningkatan jumlah rumah sakit akan memperluas basis pasien sekaligus menopang pertumbuhan pendapatan perseroan,” jelas CGS Sekuritas Indonesia dalam risetnya.
Sejalan dengan itu, proyek-proyek baru tersebut diproyeksikan menambah sekitar 1.000 tempat tidur RS. Penambahan kapasitas ini setara dengan potensi lonjakan jumlah pasien sekitar 24% pada 2027, yang berpotensi mendorong utilisasi dan volume layanan kesehatan secara signifikan.
Baca Juga
Siloam TB Simatupang (SILO) Lampaui 100 Prosedur Ablasi Jantung
Manajemen juga optimistis pendapatan SILO masih berpeluang tumbuh dalam dua tahun ke depan. Tekanan dari asuransi yang sebelumnya menekan harga layanan mulai reda, sehingga ruang untuk meningkatkan kinerja operasional dan profitabilitas semakin terbuka.
Selain ekspansi organik, Siloam membuka peluang pertumbuhan anorganik melalui akuisisi. Perusahaan tengah mencermati sekitar lima peluang akuisisi RS, khususnya di segmen premium.
“Jika terealisasi, langkah ini berpotensi mempercepat peningkatan skala bisnis tanpa harus membangun fasilitas baru dari awal,” demikin CGS Sekuritas Indonesia dalam risetnya.
Dari sisi keuangan, CGS Sekuritas Indonesia memperkirakan perbaikan fundamental SILO semakin terasa mulai 2027. Pada periode tersebut, perseroan diproyeksikan berada dalam posisi yang lebih leluasa dengan penurunan tingkat utang dan arus kas yang membaik, sehingga membuka peluang peningkatan laba per saham.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, laba bersih SILO mencapai Rp 761,3 miliar hingga kuartal III-2025. Angka ini meningkat 19,91% dibandingkan Rp 634,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan perseroan naik 3,31% dari Rp 9,12 triliun menjadi Rp 9,42 triliun.
Baca Juga
Laba Siloam (SILO) Naik Jadi Rp 797 Miliar Didukung Pertumbuhan Pendapatan
Kinerja tersebut terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan layanan rawat jalan yang meningkat dari Rp 4,04 triliun menjadi Rp 4,39 triliun. Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 15,5% menjadi Rp 2,08 triliun, dengan margin yang meningkat dari 25,5% menjadi 28,5%. Hal itu mencerminkan efisiensi operasional yang semakin baik.
Dari sisi valuasi, CGS Sekuritas masih mematok target harga SILO di level Rp 2.300 dengan rekomendasi hold. Meski belum masuk kategori agresif beli, arah bisnis perseroan dinilai tetap sehat dan memiliki potensi jangka menengah yang menarik.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai pergerakan saham SILO berada pada fase trading buy. "SILO memiliki area support di level Rp 2.500 dan resistance di posisi Rp 2.580, dengan target harga di kisaran Rp 2.630–2.680," tutur Didit.

