Kinerja Solid, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Tambah Kegiatan Usaha Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Emiten yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan produksi minyak sawit (crude palm oil/CPO), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) resmi memperluas cakupan bisnisnya melampaui sektor perkebunan kelapa sawit konvensional. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (7/1/2026) lalu, emiten ini menyetujui penambahan kegiatan usaha baru guna memperkuat struktur grup dan fleksibilitas manajerial.
Adapun fokus utama dalam RUPSLB kali ini adalah amandemen anggaran dasar perseroan untuk mencakup dua bidang usaha baru, yaitu aktivitas perusahaan induk dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Corporate Secretary Eagle High (BWPT) Rizka Dewi mengatakan, keputusan yang dihasilkan dalam RUPSLB tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan tata kelola dan keberlanjutan usaha perseroan.
“Melalui keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam RUPSLB ini, serta dukungan berkelanjutan dari para pemegang saham, Perseroan optimistis dapat terus memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan daya saing, dan menjalankan usaha secara berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Rizka dalam keterangan tertulisnya.
Selain diversifikasi bisnis, BWPT juga terus melakukan penguatan posisi perseroan sebagai produsen Crude Palm Oil (CPO) premium melalui sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Saat ini, empat dari tujuh pabrik perseroan telah memenuhi standar RSPO.
Baca Juga
Gelar Perbaikan Neraca hingga Ekspansi, Saham Eagle High (BWPT) Simpan Potensi Cuan 210%
BWPT juga menargetkan penambahan satu pabrik bersertifikasi RSPO setiap tahun dan mengincar sertifikasi penuh pada 2027. Langkah ini dipandang strategis untuk mengamankan penjualan jangka panjang, seiring peningkatan permintaan global atas CPO bersertifikasi dari regulator hingga perusahaan FMCG.
Aksi korporasi ini dilakukan saat BWPT berada dalam posisi keuangan yang kuat. Hingga kuartal III-2025, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp271,44 miliar, Melesat 51,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp179 miliar. BWPT juga sukses menekan liabilitas menjadi Rp6,68 triliun dari sebelumnya Rp7,34 triliun.
Dengan unit usaha yang kini lebih terdiversifikasi secara administratif, BWPT optimistis dapat menjaga margin EBITDA di level tinggi (29,7%) sepanjang tahun 2026 dan Net Margin sebesar 6,5%.

