RUPSLB Eagle High (BWPT) Rombak Dewan Komisaris hingga Tambah Kegiatan Usaha
JAKARTA, investortrust.id – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menyetujui perubahan susunan dewan komisaris. Pemegang saham juga menyetujui keputusan penambahan kegiatan usaha.
Keputusan RUPSLB yang digelar di Jakarta, Rabu (7/1/2026), disebut sebagai langkah strategis perseroan untuk memperkuat tata kelola perusahaan serta memastikan keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri ke depan.
Sejumlah keputusan penting ini juga mencerminkan dukungan penuh pemegang saham utama, Rajawali Capital International (RCI) dan FIC Properties Sdn. Bhd. (FICP) Malaysia, terhadap arah strategis BWPT ke depan.
Baca Juga
Saat Lanjutkan Transformasi Berbasis ESG, Eagle High (BWPT) Berhasil Kerek Laba 54%
Pada agenda pertama, RUPSLB menyetujui perubahan susunan dewan komisaris BWPT. Sementara susunan direksi perseroan tidak mengalami perubahan. Pengurus baru ini akan berlaku hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2030.
Dengan demikian susunan dewan komisaris Eagle High (BWPT) terbaru, yaitu Komisaris Utama: Abed Nego, Wakil Komisaris Utama: Ahmad Nizam bin Hamid, Komisaris: Mohammad Prianto Madelar dan Razuwan bin Che Rose, Komisaris Independen: Drs. Yohanes Wahyu Saronto, M.Si. dan Erwin Soejono
Sedangkan susunan direksi perseroan tetap terdiri atas Direktur Utama Henderi Djunaidi didampingi direktur: Andrew Haryono, Yeoh Lean Khai, dan Choong Kam Loong
Baca Juga
Panen Raya di Karawang, Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern
Agenda kedua, RUPSLB menyetujui perubahan dan penyempurnaan anggaran dasar perseroan sebagai penyesuaian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyesuaian tersebut mencakup penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas perusahaan induk serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya, tanpa mengubah fokus kegiatan usaha utama perseroan.
Corporate Secretary Eagle High (BWPT) Rizka Dewi mengatakan, keputusan yang dihasilkan dalam RUPSLB tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan tata kelola dan keberlanjutan usaha perseroan.
“Melalui keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam RUPSLB ini, serta dukungan berkelanjutan dari para pemegang saham, Perseroan optimistis dapat terus memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan daya saing, dan menjalankan usaha secara berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rizka dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

