Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham, Ada INET dan SCMA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1/2025), memperkirakan peluang kenaikan dengan rentang pergerakan 9.007 dan resistance pada level 9.125. Empat saham pilihan dengan rekomendasi INTP, INET, SCMA, dan SMBR.
Reliance Sekuritas memperkirakan rentang pergerakan indeks dalam rentang level 9.007 dan resistance pada level 9.125 dengan kecenderungan menguat.
“Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk doji, masih di atas MA5 dan MA20, indikator MACD golden cross. Dengan demikian, kami proyeksikan indeks bergerak menguat dengan rentang pergerakan INTP, INET, SCMA, dan SMBR,” tulisnya dalam riset pagi ini.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi Wall Street ditutup mayoritas melemah. Sentimen negatif disebabkan rilis kinerja perbankan serta pembaruan data inflasi. Selain itu,pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter bank sentral The Fed.
Pagi ini, mayoritas indeks saham pasar Asia bergerak melemah, seperti Indeks Nikkei 225 melemah -0.32% dan indeks Hangseng melemah -0.29%.
Baca Juga
IHSG Bisa Lanjutkan Rebound Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin RAJA Layak Dilirik
Di tengah peluang pergerakan tersebut, pemodal dapat mencermati sejumlah saham berikut, saham INTP direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.850, saham INET direkomendasikan beli dengan target harga Rp 600, saham SCMA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 372, dan SMBR direkomendasikan beli dengan target harga Rp 338.
Pekan lalu, IHSG berhasil catatkan penguatan sebanyak 1,55% dari 8.936 ke rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) 9.075. Kapitalisasi pasar (market cap) juga sentuhATH senilai Rp 16.512 triliun.
Berdasarkan data BEI, IHSG bergerak menguat selama empat hari transaksi sepanjang pekan lalu. Begitu juga dengan rata-rata nilai transaksi harian naik 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar juga naik 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun.
Baca Juga
Janu Putra (AYAM) Diprediksi Pulih, Begini Prospek Kinerja dan Target Sahamnya di 2026
Sementara itu, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 7,30 triliun sepanjang tahun 2026 berjalan atau dalam tiga pekan terakhir. Net buy jumbo tersebut berbanding terbalik dengan nilai tukar Rupiah yang mengalami penurunan.
Data BEI menyebutkan bahwa net buy terbesar melanda saham ASII senilai Rp 1,13 triliun, ANTM mencapai Rp 1,09 triliun, INCO senilai Rp 992,22 miliar, BBRI sebanyak Rp 862,55 miliar, dan PTRO sebanyak Rp 696,52 miliar.
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak sepanjang ytd melanda lima saham berikut, seperti BUMI senilai Rp 1,67 triliun, BMRI mencapai Rp 1,20 triliun, CBDK sebanyak Rp 447,47 miliar, DEWA senilai Rp 441,62 milialr, dan SINI senilai Rp 281,65 miliar.

