Anak Menkeu Purbaya Kritik Pedas Kasus Timothy Ronald Versus Skyholic
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dunia investasi aset digital Indonesia sedang diguncang oleh kabar mengejutkan yang melibatkan salah satu ikon finansial paling berpengaruh, Timothy Ronald. Akademi Crypto, platform edukasi yang ia dirikan bersama Kalimasada, kini berada di bawah pengawasan ketat aparat penegak hukum setelah munculnya laporan dugaan penipuan investasi berskala besar yang merugikan ribuan anggotanya.
Akun media sosial pemantau kasus ini, @skyholic888, bahkan mengeklaim bahwa jumlah korban mencapai 3.500 orang dengan total kerugian estimasi lebih dari Rp 200 miliar.
Fenomena ini memicu berbagai reaksi dari para pelaku pasar, termasuk kritik tajam mengenai edukasi finansial di tanah air. Menanggapi drama tersebut, investor kripto Yudo Achilles Sadewa yang merupakan anak Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangannya yang cukup menohok.
"Disini gw netral soal drama-drama Sky vs Timothy. Soalnya gimana ya? Sama-sama bego, akhirnya bego-begoan dan saling tuntut deh," tulis anak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tersebut dilansir dari Instagram pribadinya, Minggu (18/1/2026).
Lebih lanjut, Yudo menyoroti perilaku salah satu pihak yang ia nilai terlalu terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Mereka ikut-ikutan tanpa memahami risiko dan ogah belajar terlebih dahulu. "Halah bilang aja lo FOMO wkwkwk. Gue sih udah jual Manta di 3.8 dolar, mana ada baru main 1 minggu dapat Mclaren," tulis Yudo menyindir sang pelapor Timothy Ronald.
Baca Juga
Tanggapi Hotman Paris, Pelapor Sebut Ada Kasus Timothy Ronald yang Lebih Kompleks
"Muridnya FOMO, mungkin tanpa Timothy juga mereka akan rugi. Kenapa? Mereka tidak mau belajar, maunya cari call-nya saja. Padahal Akademi Crypto produk utamanya kan video edukasi," sambung Yudo.
Ia melanjutkan jika tidak ada bukti transaksi on-chain, maka tudingan tersebut bisa berbalik menjadi pencemaran nama baik. "Kecuali nih ada bukti On Chain kalau Bro Timothy dibayar sama Dev untuk pump and dump. Nah baru bisa dipidanakan. Kalau enggak ada? Kamu bisa tuntut balik atas pencemaran nama baik," tulis Yudo.
Yudo juga memberikan pesan kepada para trader pemula agar tidak mudah percaya kepada siapa pun tanpa dibekali pengetahuan yang cukup. "Jangan pernah percaya siapapun termasuk aku sekalipun, semua orang bisa salah," ucapnya.
Di sisi lain, Yudo juga melayangkan kritik keras terhadap pihak yang memberikan rekomendasi atau "calling" terhadap aset kripto tertentu. Ia mencatat bahwa koin yang menjadi pusat permasalahan tersebut memiliki struktur tokenomics yang sangat buruk. “Yang satu FOMO mampus, yang satu lagi nge-call coin yang tokenomics-nya sampah," kata Yudo.
Baca Juga
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, babak baru perseteruan hukum yang menyeret nama influencer kripto ternama, Timothy Ronald (TR), mulai bergulir di ranah kepolisian. Pelapor bernama Younger resmi menjalani pemeriksaan perdana di Polda Metro Jaya, Selasa (13/1/2026).
Dalam pemeriksaan tersebut, Younger mengungkap bagaimana dirinya terjerat dalam ekosistem investasi yang menjanjikan kekayaan instan namun berakhir pada kerugian miliaran rupiah. Younger memaparkan bahwa ketertarikannya bermula dari konten-konten media sosial milik TR yang kerap memamerkan gaya hidup mewah atau flexing.
Di hadapan penyidik, ia mengaku terpesona dengan narasi yang dibangun TR mengenai kemudahan meraih kekayaan dari kripto di usia muda, termasuk kepemilikan mobil mewah yang menjadi daya tarik utama bagi para pengikutnya di Instagram.
"Si TR ini merupakan satu influencer yang sangat terkenal. Nah saya melihat dia dari Instagram, dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepat, terus bisa beli mobil mewah dalam usia muda. Nah itu saya tergiur,” ujar Younger.

