Diterpa Tekanan dan 'Black Campaign', Ini Respons Santai Bos Indodax
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - CEO dan Co-Founder Indodax William Sutanto angkat bicara mengenai situasi sulit yang tengah dihadapi oleh exchange kripto tertua di Indonesia tersebut. Melalui sebuah refleksi mendalam, ia mengungkapkan bahwa Indodax saat ini sedang menjadi target berbagai serangan yang datang secara bertubi-tubi dari berbagai arah.
Dalam postingan akun Instagram pribadinya @ctowilliam, Rabu (14/1/2026), William merinci bahwa serangan yang dialami perusahaan bukan hanya bersifat teknis, melainkan juga menyasar reputasi. Ia menyebutkan adanya upaya kampanye hitam (black campaign), fitnah, hingga tindakan pemerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyudutkan platform yang ia bangun tersebut.
Menanggapi tekanan tersebut, William justru memilih untuk tidak membalas dengan kemarahan atau langkah hukum yang agresif semata. Ia justru merujuk pada pesan filosofis yang tertanam pada blok Bitcoin nomor 666.666, yakni kutipan dari Roma 12:21 yang berbunyi: "Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan."
Baca Juga
Indodax–KFC Hadirkan Diskon Paket Hemat, Dekatkan Kripto dengan Gaya Hidup Anak Muda
William menekankan bahwa definisi "menang" bagi dirinya telah bergeser dari sekadar menjatuhkan lawan atau membungkam kritik. Menurutnya, kemenangan yang hanya bersifat ego dan material cenderung rapuh dan sementara. Sebaliknya, ia memilih jalan yang lebih sulit namun bermakna, yaitu kemenangan secara moral dan spiritual dengan tidak ikut menjadi buruk meski diperlakukan buruk.
Lebih lanjut, pimpinan Indodax ini menyatakan bahwa setiap serangan kampanye hitam yang diterima justru ia jadikan sebagai bahan refleksi. Alih-alih membalas serangan dengan serangan serupa, manajemen Indodax memilih untuk merespons melalui perbaikan sistem internal, peningkatan transparansi, serta penegakan disiplin yang lebih ketat demi keamanan pengguna.
Prinsip utama yang dipegang William dalam menghadapi krisis ini adalah konsep anti-fragile. Ia meyakini bahwa tekanan bukanlah sesuatu yang harus dihindari dengan rasa takut, melainkan sesuatu yang harus dipelajari.
"Saya percaya pada prinsip anti fragile. Tekanan bukan untuk dihindari, tapi untuk dipelajari," tulis William.
Baca Juga
OJK Audit Bursa dan Pedagang Aset Kripto, Indodax Usul Pemeriksaan Terbuka
Di sisi lain, William menegaskan komitmennya untuk membawa Indodax tumbuh lebih dewasa di tengah badai. William percaya bahwa semakin besar serangan yang diterima, baik secara pribadi maupun organisasi, maka Indodax harus bertransformasi menjadi entitas yang semakin kuat, matang, dan memberikan layanan yang jauh lebih baik bagi ekosistem finansial digital di Indonesia.
"Semakin diserang, baik saya secara personal maupun Indodax sebagai organisasi, kami harus menjadi semakin kuat, semakin matang, dan semakin baik," pungkas William.

