Petrindo (CUAN) Identifikasi Emas Kadar 1,27 ppm di Zona Mineralisasi Emas Sumbawa
JAKARTA, investortrust.id – Emiten afiliasi Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyampaikan pembaruan aktivitas eksplorasi mineral emas di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dalam laporan eksplorasi bulanan periode Januari 2026, perseroan melaporkan telah mengidentifikasi zona mineralisasi emas dengan kadar mencapai 1,27 part per million (ppm) pada salah satu prospek utama.
Direktur Utama CUAN, Michael, menjelaskan bahwa eksplorasi dilakukan melalui anak usaha PT Intam bersama mitra. Hingga akhir Januari 2026, total biaya eksplorasi yang telah dikeluarkan mencapai Rp 6,68 miliar.
Baca Juga
Jasa Marga Minta Maaf Imbas Banjir di Tol Sedyatmo Arah Bandara Soekarno-Hatta
“Eksplorasi dilaksanakan oleh team geologist PT Intam dibantu oleh pengeboran inti oleh kontraktor PT Geo Inti Sinergy (GIS),” tulis Manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1/2026). Pekerjaan Topo Drone Lidar melibatkan tim PT Rifaya Geo Teknologi, sementara kegiatan rona awal lingkungan ditangani oleh konsultan PT Unitest Presisi Indonesia.
Berdasarkan pemetaan geologi, Prospek Lebin memiliki luas sekitar 5 kilometer x 12 kilometer. Di area tersebut ditemukan zona silica-quartz breccia dengan ketebalan hingga 16 meter, mengandung emas 1,27 ppm, perak 1,9 ppm, tembaga 15,8 ppm, timbal 2,7 ppm, dan seng 7,5 ppm.
Selain pemetaan permukaan, CUAN juga menjalankan pengeboran inti berlian (diamond core drilling) di Prospek Ledang pada area Batururu dan North Batururu. Hingga Januari 2026, pengeboran telah dilakukan pada 11 titik dengan total panjang 1.732,43 meter. Pada salah satu titik bor di Batururu, yakni LDDH024, interval mineralisasi tercatat sepanjang 54,4 meter pada kedalaman sekitar 285,6 meter.
Baca Juga
Diresmikan Prabowo, RDMP Balikpapan Jadi Infrastruktur Energi Nasional Terintegrasi
Di sisi lain, aktivitas trenching di North Batururu mencatat hasil sepanjang 4,5 meter dengan kadar emas 1,6 ppm. Perseroan juga melaporkan adanya zona mineralisasi tambahan pada titik bor lain dengan ketebalan 8,55 meter yang dicirikan oleh breksi kuarsa dan kandungan sulfida berupa pirit, namun masih memerlukan pengujian lanjutan.
Ke depan, CUAN akan melanjutkan program pengeboran untuk memastikan ketebalan serta kesinambungan zona porfiri emas di Prospek Batururu. Sementara di North Batururu, perusahaan berencana meneruskan kegiatan trenching dan pengeboran tambahan sebagai bagian dari tahapan delineasi sumber daya awal.

