Tokocrypto Perkuat Kepercayaan Pengguna Lewat Proof of Reserves (PoR), Aset Terverifikasi Tembus Rp 5,81 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Tokocrypto terus memperkuat kepercayaan pengguna dengan menerapkan Proof of Reserves (PoR) atau Bukti Cadangan/Saldo Simpanan. Mekanisme ini memungkinkan publik dan pengguna memverifikasi ketersediaan aset secara transparan dan terukur.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengungkapkan, transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan, terutama di tengah dinamika industri aset kripto yang terus berkembang.
“Di tengah kembali munculnya kekhawatiran publik soal keamanan aset nasabah di industri, Tokocrypto memastikan dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (12/1/2026).
Baca Juga
Tokocrypto Prediksi 2026 Jadi Tahun Transisi Krusial Bagi Kripto, Ini Alasannya
“Proof of Reserves kami adalah bentuk komitmen transparansi agar pengguna bisa melihat dan mengecek bahwa aset mereka tersedia secara utuh,” sambung Calvin.
Menurutnya, sebagai salah satu pedagang aset kripto yang telah berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tokocrypto telah merilis PoR dari 2023. Sejak peluncuran awal, nilai aset pengguna yang tercatat dalam sistem PoR menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Per 1 Januari 2026, total aset pengguna yang terverifikasi dalam PoR Tokocrypto mencapai US$ 345.379.785 atau sekitar Rp 5,806 triliun. Nilai tersebut naik hampir dua kali lipat dibanding periode awal penerapan PoR.
“Kami melihat potensi pertumbuhan in masih bisa berlanjut seiring meningkatnya partisipasi investor dan semakin matangnya ekosistem aset kripto di Indonesia,” kata Calvin.
Baca Juga
Aset kripto yang tercatat dalam PoR Tokocrypto, lanjut dia, berasal dari token berkapitalisasi besar dan aktif diperdagangkan secara global maupun domestik. Hingga 1 Januari 2026, aset tersebut meliputi Bitcoin (BTC) sebesar 1.246,80 BTC, Ethereum (ETH) sebesar 10.005,62 ETH, BNB sebesar 12.272,90 BNB, serta Tether (USDT) sebesar 75.520.184,48 USDT.
Dalam implementasinya, Tokocrypto mengadopsi teknologi Merkle Tree dan zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) untuk memastikan proses verifikasi yang akurat sekaligus menjaga privasi data pengguna.
Lewat Merkle Tree, pengguna dapat melakukan verifikasi mandiri (self verification) untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam total kewajiban perusahaan. Sementara, zk-SNARKs digunakan untuk membuktikan bahwa total saldo pengguna tidak melebihi total aset cadangan, tanpa membuka informasi sensitif.
“Tokocrypto juga menegaskan bahwa seluruh aset perusahaan dicatat dalam akun terpisah dan tidak dimasukan dalam perhitungan PoR,” ucap Calvin.
Selain itu, kata dia, Tokocrypto juga terus memperkuat ekosistem keamanan dan pelayanan kepada nasabah melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan menerapkan sistem keamanan berlapis yang mencakup enkripsi data, proteksi API, serta teknologi deteksi intrusi dan firewall.
“Perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27017 sebagai standar internasional dalam manajemen keamanan informasi dan layanan cloud,” ujar Calvin.
Terlepas dari itu, hingga Desember 2025, total nilai transaksi di Tokocrypto telah melampaui Rp 150 triliun, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna meskipun pasar global sedang berada dalam fase koreksi.

