Agung Podomoro (APLN) Tuntaskan Penjualan Aset Deli Park Mall, Dana untuk Bayar Utang
JAKARTA, investortrust.id – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menuntaskan penjualan aset pusat perbelanjaan Deli Park Mall di Medan, Sumatra Utara. Dana hasil penjualan direncanakan digunakan untuk pembayaran kembali sebagian utang perseroan.
Deli Park Mall sebelumnya dimiliki PT Sinar Menara Deli (SMD), entitas anak terkendali APLN, dan dijual kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) sebagai pembeli. Penyelesaian transaksi dilakukan setelah penandatangan akta jual beli (AJB) yang digelar di Medan pada 8 Januari 2026. Namun demikian, perseroan belum mengungkap nilai transaksi tersebut.
Baca Juga
Manajemen APLN dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/1/2025), menyebutkan bahwa transaksi ini tidak memiliki dampak negatif terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha. Adapun dana yang diterima dari hasil penjualan direncanakan digunakan untuk pembayaran kembali sebagian utang APLN.
APLN terpantau agresif melepas sejumlah aset dalam tiga tahun terakhir. Perseroan sebelumnya telah melepas sebagian saham Central Park Mall di Jakarta senilai Rp 4,5 triliun pada 2022. APLN juga telah melepas aset Neo Soho Mall di Jakarta senilai Rp 1,44 triliun pada 2023.
Adapun hingga kuartal III-2025, APLN mencatat rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 57,94 miliar. Nilai tersebut melonjak 40,17% year-on-year (yoy), dibandingkan rugi Rp 41,34 miliar pada periode sama tahun lalu.
Baca Juga
Rugi Bersih Agung Podomoro (APLN) Membengkak 40% hingga Kuartal III-2025, Bagaimana Kuartal IV?
Penurunan kinerja tersebut akibat penjualan dan pendapatan usaha yang melemah sebanyak 4,7% (yoy) menjadi Rp 2,64 triliun. Marketing sales juga terkoreksi hampir 24% (yoy) menjadi Rp 1,24 triliun per September 2025.
Meski demikian, APLN mencatatkan sejumlah penopang kinerja. Pengakuan penjualan naik 1,2% menjadi Rp 1,65 triliun, sementara pendapatan berulang dari bisnis perhotelan dan mal tercatat Rp 988,8 miliar, turun dari Rp 1,14 triliun pada tahun sebelumnya. Laba komprehensif kuartal III-2025 mencapai Rp 28,21 miliar, berasal dari rugi bersih ditambah laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp 86,11 miliar.

