IHSG Menguat 22,13% Selama 2025, Alami 24 Kali 'All Time High'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek indonesia (BEI) mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025 dengan kenaikan dua digit secara tahunan. Hingga penutupan perdagangan terakhir tahun ini pada Selasa, 30 Desember 2025, IHSG berada di level 8.646,94, menguat 1.567,03 poin atau setara 22,13% secara year to date (YtD).
Capaian ini menegaskan kuatnya daya tahan pasar modal Indonesia di tengah dinamika global dan domestik sepanjang tahun berjalan.
Secara historis, pergerakan IHSG sepanjang 2025 menunjukkan fase volatilitas yang cukup tajam pada awal tahun. Indeks sempat tertekan hingga menyentuh level terendah di kisaran 5.967,99 pada 9 April 2025, sebelum kemudian berbalik arah secara bertahap.
Sejak paruh kedua tahun, tren penguatan semakin konsisten, mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap prospek ekonomi nasional, stabilitas makroekonomi, serta ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif.
Memasuki kuartal terakhir 2025, IHSG terus melanjutkan tren kenaikan dan bahkan sempat mencetak level tertinggi tahunan di sekitar 8.710,69. Meski terjadi fluktuasi jangka pendek menjelang akhir tahun, indeks tetap mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan.
Disampaikan Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam pernyataannya saat Penutupan Perdagangan 2025 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/12/2025), memasuki paruh kedua 2025, para pelaku di industri pasar modal nasional menyaksikan kebangkitan IHSG dari fase pemulihan hingga mampu mencetak rekor demi rekor”.
Baca Juga
IHSG Perkasa di Level 8.646,94 saat Tutup Tahun, BEI Perkaya Instrumen
“(IHSG) mencapai 24 kali all-time high sepanjang tahun, serta total market kapitalisasi tertinggi yang mencapai lebih dari Rp16.000 triliun. Pemulihan ini tidak hanya tecermin pada IHSG, tetapi juga pada fundamental pasar. Jumlah investor pasar modal telah menembus 20 juta investor, dengan rata-rata 901 ribu investor yang aktif bertransaksi secara bulanan,” kata Iman.
Berikutnya disampaikan Iman, dalam setahun periode perdagangan saham di bursa efek, terdapat 26 perusahaan baru, yang 6 di antaranya merupakan lighthouse IPO.
“Hal yang perlu digaris bawahnya adalah, meskipun jumlah IPO perusahaan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, namun total fundraise mencapai Rp18 triliun, mengalami peningkatan sebanyak 27% dibandingkan tahun 2024,” ujarnya.

