IHSG Perkasa di Level 8.646,94 saat Tutup Tahun, BEI Perkaya Instrumen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 2,68 poin atau 0,03% ke level 8.646,94 pada penutupan perdagangan tahun ini, Selasa (30/12/2025). Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 8.584,86-8.663,66.
Merujuk data perdagangan BEI, volume transaksi tercatat mencapai 39,42 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,46 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.603.283 kali transaksi. Sebanyak 346 saham menguat, sementara 317 saham melemah dan 146 saham bergerak stagnan.
Pergerakan pasar didominasi oleh penguatan di sebagian besar sektor, infrastruktur 2,04%, industri 0,19%, keuangan 0,97%, konsumer primer 3,03%, properti 0,36%, dan konsumer non primer 0,51%. Sebaliknya, sektor teknologi, energi, kesehatan, barang baku, dan transportasi mengalami penurunan.
Dari jajaran top gainer, saham PT Chitose International Tbk (CINT) memimpin penguatan setelah melonjak 63 poin atau 34,81% ke level Rp 244. Menyusul di bawahnya, PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang naik 35 poin atau 25,36% ke level Rp 173, diikuti PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang menguat 92 poin atau 24,73% ke Rp 464.
Sebaliknya, dari jajaran top loser, tekanan jual membayangi sejumlah saham. PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) mencatat penurunan terdalam 62 poin atau 14,83% ke level Rp 356. Saham PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) melemah 85 poin atau 14,78% ke posisi Rp 490.Tekanan juga dialami PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) yang turun 95 poin atau 14,29% ke Rp 570.
Baca Juga
BEI perkaya instrumen pasar
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan bahwa dari dinamika yang dilalui sepanjang 2025, terdapat pembelajaran penting bahwa kesempatan tidak datang dengan sendirinya. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap peluang dapat dimanfaatkan melalui kesiapan, ketepatan respons, serta kolaborasi yang kuat.
“Di antaranya, seperti penyesuaian trading halt, auto rejection bawah (ARB), non-cancellation period, dan penguatan pengawasan,” kata Iman dalam sambutannya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, (30/12/2025)
Selanjutnya, BEI turut memperkaya instrumen pasar melalui penambahan produk, antara lain liquidity provider saham serta kontrak berjangka indeks asing.
Ketiga, Iman menegaskan pertumbuhan basis investor pasar modal yang kini telah melampaui 20 juta investor. Keempat, penguatan infrastruktur perdagangan dan sistem pengawasan yang ditargetkan dapat terealisasi pada 2026.
“Capaian sepanjang 2025 tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi BEI bersama OJK, SRO, serta seluruh pemangku kepentingan pasar modal Indonesia,” pungkasnya.

