Ikuti Bursa Asia, IHSG Sesi I Melemah Akibat Hal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bertahan di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (30/12/2025). Indeks terpangkas 25 poin (0,41%) menjadi 8.609, setelah bergerak dalam rentang 8.584,86-8.645,12 setengah hari ini.
“IHSG tidak mampu bertahan di zona positif pada perdagangan, Selasa (30/12),” ungkap Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta.
IHSG konsisten bergerak di zona merah meski mayoritas indeks saham sektoral menghijau. Saham sektor konsumer non-primer, energi, industri, infrastruktur, konsumer primer, properti, dan transportasi kompak naik. Penguatan terbesar dialami sektor saham infrastruktur sebesar 2,19% dan konsumer non-primer 1,8%.
Sementara, sektor saham bahan baku, keuangan, kesehatan, dan teknologi melemah, dipimpin sektor kesehatan yang terkoreksi hingga 2,2% pada penutupan perdagangan sesi I hari ini.
“7 dari indeks sektoral bergerak di zona positif, dipimpin IDXInfra yang tersengat penguatan saham MORA sebesar 10,98%,” imbuh Nafan.
Baca Juga
IHSG Dibuka Melemah di Hari Perdagangan Terakhir 2025, NTBK & PPRE Justru Menguat Dua Digit
Sebanyak 24.39 miliar saham diperdagangkan dalam intraday hari bursa terakhir 2025. Transaksi di bursa pun mencatatkan angka Rp 12,65 triliun dari frekuensi 1,8 juta kali. Jumlah saham yang terapresiasi pun lebih banyak dari yang terkoreksi, yakni 353 harga saham naik dan 297 saham turun, sisanya 161 saham stagnan.
Pelemahan IHSG setengah hari ini diiringi penurunan harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 6,68% menjadi Rp 1.815. Disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 4,54% menjadi Rp 3.150 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 3,17% menjadi Rp 3.660.
Baca Juga
“IHSG terkoreksi di tengah tekanan saham DCII sebesar 9,29% dan saham terkait emas seperti ARCI yang turun 5,24%, ANTM 4,54%, serta BRMS 3,93%,” terang Nafan.
Sebaliknya, saham HUMI mencatatkan kenaikan 17,24% menjadi Rp 272 pada waktu yang sama. Disusul PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) 3,59% ke level Rp 1.585 dan PT MD Entertainment Tbk (FILM) 3,11% jadi Rp 13.250.
Dalam cakupan yang lebih luas, mayoritas bursa Asia juga bergerak melemah pada perdagangan akhir tahun ini, merespon situasi yang memanas antara China dan Taiwan.

