Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street, Nikkei Tembus 40.000
TOKYO, investortrust.id – Bursa saham Asia-Pasifik menguat pada Jumat (27/6/2025), mengikuti reli di Wall Street setelah pernyataan Gedung Putih yang menenangkan pasar terkait tenggat waktu pemberlakuan tarif dagang. Pasar merespons positif meredanya kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan yang sempat menekan sentimen global dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga
Pasar Asia Hijau Ditopang Optimisme Gencatan Senjata Israel-Iran dan Sikap Hati-hati The Fed
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,59% ke level tertinggi dalam enam bulan, menembus ambang psikologis 40.000 untuk pertama kalinya sejak 7 Januari. Indeks Topix yang lebih luas juga naik 1,3%, mencerminkan optimisme yang tersebar di seluruh sektor.
Katalis utama datang dari pernyataan Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, yang menyebut bahwa tenggat waktu tarif pada 8 Juli—dikenal sebagai “liberation day tariffs”—bukanlah sesuatu yang krusial.
“Tenggat waktu itu tidak bersifat kritis,” ujar Leavitt. “Mungkin bisa diperpanjang, tapi keputusan ada di tangan presiden.” Adapun 9 Juli menjadi batas waktu untuk kesepakatan dagang dengan Uni Eropa guna menghindari pemberlakuan tarif sebesar 50%.
Komentar tersebut menguatkan ekspektasi bahwa Presiden Donald Trump tidak akan terburu-buru menerapkan tarif secara agresif, setelah sebelumnya pasar sempat terpukul akibat spekulasi kenaikan tajam hambatan perdagangan.
Dari sisi domestik, data inflasi Tokyo turut memberi ruang bagi Bank of Japan untuk tetap akomodatif. Indeks harga konsumen inti—yang tidak mencakup harga makanan segar dan energi—di Tokyo naik 3,1% secara tahunan pada Juni, melambat dari 3,6% di bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi konsensus Reuters di 3,3%.
Di Tiongkok, indeks CSI 300 menguat 0,31% meskipun data dari Biro Statistik Nasional menunjukkan laba industri turun 9,1% secara tahunan dalam lima bulan pertama 2025. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong hanya naik tipis 0,1% di tengah minimnya katalis regional.
Ikuti Wall Street
Sentimen positif di Asia mengikuti reli di Wall Street. Indeks S&P 500 naik 0,8% ke 6.141,02, mendekati rekor intraday 6.147,43 yang dicapai pada Februari lalu. Nasdaq Composite menguat 0,97% ke 20.167,91, juga hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi. Dow Jones Industrial Average naik 404,41 poin atau 0,94% ke 43.386,84.
Baca Juga
Optimisme Pasar Dongkrak Wall Street, S&P 500 Melesat Dekati Rekor Tertinggi
Reli saham AS dipicu meredanya kekhawatiran tarif, ditambah dengan optimisme atas prospek AI, laporan keuangan korporasi yang kuat, dan stabilnya pasar tenaga kerja.
Pasar kini menantikan serangkaian data ekonomi utama AS pada Jumat malam waktu Asia, termasuk indeks inflasi PCE, pendapatan pribadi, pengeluaran konsumen, dan tingkat keyakinan konsumen.

