Bidik Dana HMETD Rp 9,48 Triliun, PIK2 (PANI) Ungkap Nilai Akuisisi Masing-masing Perusahaan
JAKARTA, Invesetortrust.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 mengungkapkan akuisisi sebanyak 7 perusahaan senilai Rp 9,48 triliun tersebut setara dengan 119,03% dari total ekuitas perseroan per semester I-2023. Sedangkan penggunaan dana tersebut untuk mengakuisisi PT Cahaya Inti Sentosa (CISN) mencapai Rp 4,15 triliun.
Manajemen PIK2 dalam mengurangi penggunaa dana hasil rights issue tersebut untuk mengakuisisi sebanyak tujuh perusahaan. Di antaranya senilai Rp 1,268 triliu digunakan untuk mengakuisisi 94,07% PT Bumindo Mekar Wibawa dan selanjutnya senilai Rp 1,25 dimanfaatkan untuk pembayaran utang kepada pihak afiliasi.
Baca Juga
Saham PIK2 (PANI) malah Turun Jelang Hajatan Besar Ini, Bagaimana Prospeknya?
Perseroan juga mengalokasikan dana senilai Rp 4,15 triliun untuk mengakuisisi sebanyak 99,33% saham PT Cahaya Inti Sentosa (CISN). Selanjutnya dana tersebut akan digunakan pembayaran utang Rp 4,15 triliun dan sisanya sebagai modal kera.
Perseroan juga mengalokasikan dana senilai Rp 1,27 triliun untuk mengambilalih sebanyak 93,06% saham PT Jaya Indah Sentosa. Dana tersebut selanjutnya digunakan untuk mencapai Rp 1,27 triliun untuk pembayaran utang.
Baca Juga
Medco (MEDC) Raih Uang Muka Transaksi Minyak Mentah US$ 100 Juta, Sahamnya Makin Cuan
PIK2 juga memanfaatkan dana sebanyak Rp 460,80 miliar untuk mengakuisisi PT Kemilau Karya Utama. Sebanyak Rp 388,66 miliar dari dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pembayaran utang ke pihak terafiliasi. Sedangkan sisanya Rp 72,13 miliar untuk membiayai modal kerja.
Selanjutnya, PIK2 akan memanfaatkan dana senilai Rp 1,65 triliun untuk mengakuisisi sebanyak 99,15% saham PT Karunia Utama Selaras. Lalu, dana tersebut dimanfaatkan untuk membayar utang ke perusahaan teraffiliasi hingga Rp 1,65 triliun.
Baca Juga
Perseroan juga memanfaatkan dana senilai Rp 327,50 miliar akan dimanfaatkan untuk mengakuisisi sebanyak 90,91% saham PT Sumber Cipta Utama. Dana tersebut selanjutnya digunakan untuk membayarkan utang senilai Rp 228,38 miliar dan sisantya Rp 72,08 miliar untuk modal kerja.
Terkahir, perseroan mengalokasikan dana senilai Rp 340 miliar untuk mengakuisisi sebanyak 90,91% saham PT Sharindo Matratama. Kemudian dana tersebut dimanfaatkan untuk membayar utang ke pihak teraffiliasi masing-masing RP 150,99 miliar dan Rp 181,21 miliar. Sisanya Rp 7,78 miliar untuk modal kerja.

