Petrosea (PTRO) Perkuat Proyek Tambang Anak Usaha SINI, Overburden Removal 7,2 Juta BCM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Petrosea Tbk (PTRO) elah merealisasikan kegiatan pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) lebih dari 7,2 juta bank cubic meter (BCM) dalam pelaksanaan kontrak jasa pertambangan dengan PT Pasir Bara Prima (PBP), anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Proyek yang dimulai pada 13 Agustus 2024 tersebut berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah ini berlaku sepanjang usia tambang (life of mine) dengan estimasi nilai mencapai sekitar Rp 17,4 triliun. Ruang lingkup pekerjaan mencakup pengupasan dan pemindahan lapisan penutup dengan estimasi volume sekitar 234,9 juta BCM serta produksi batubara sekitar 26,0 juta ton.
Petrosea menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan mendukung seluruh proyek dalam grup, termasuk memastikan pencapaian kinerja optimal bagi anak-anak usaha pertambangan milik SINI. Langkah ini sejalan dengan rencana PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) untuk mengakuisisi SINI.
Setelah menjadi pemegang saham pengendali, Petrindo (CUAN) secara konsolidasi akan memiliki sejumlah konsesi tambang batubara dengan total cadangan sekitar 378 juta ton batubara termal dan metalurgi, yang akan menempatkan Perseroan sebagai salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak EPC US$ 29,07 Juta di Singapura
Presiden Direktur PTRO Michael mengatakan, pencapaian ini menunjukkan kapabilitas Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan yang terintegrasi dengan pengelolaan infrastruktur jalan tambang secara berkelanjutan.
"Ke depan, kami akan memastikan setiap langkah pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, dijalankan secara prudent dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Michal dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Senin, (20/12/2025).
Seiring dengan perkembangan tersebut, PT Lintas Kelola Bersama (LKB) anak usaha yang dimiliki 51% oleh Petrosea dan 49% oleh PT Pasir Bara Prima saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalan tambang (hauling road). LKB bertanggung jawab atas pengelolaan dan kepemilikan infrastruktur jalan tambang beserta fasilitas pendukungnya. Jalan tambang tersebut memiliki total panjang sekitar 29,6 kilometer yang terbagi ke dalam enam segmen, dengan pelaksanaan konstruksi dilakukan oleh Petrosea.

