Bitcoin Masih Berpotensi Kembali ke US$ 94.000, Apa Pemicunya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin ($BTC) masih berpotensi kembali ke harga US$ 94.000 sebagai level resistance, bila mampu menyentuh rata-rata pergerakan (moving average/MA) 50 hari atau MA-50 pada kisaran US$ 92.000.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha meyakini, Bitcoin mampu kembali menjajal area tersebut, meski dalam beberapa hari terakhir masih kesulitan mempertahankan zona US$ 89.000 - US$ 90.000. Sedangkan saat ini BTC masih terjaga di atas support US$ 85.000.
“Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 87.000 - US$ 92.000 dan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 2.900 - US$ 3.150,” jelas Panji dalam risetnya pada Rabu (24/12/2025).
Sedangkan hingga pukul 08:00 WIB, Bitcoin masih terpantau turun 1,2% dalam 24 jam, bergerak di level US$ 87.675 atau Rp 1,48 miliar. Dominasi pasar BTC kini berada di tingkat 59,64%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto turun 1% menjadi US$ 2,94 triliun.
Baca Juga
Harga Bitcoin (BTC) Melemah Seusai Cetak Rekor, US$ 100.000 Jadi Tantangan
Kemarin, Bitcoin memimpin penurunan pasar kripto dengan anjlok ke level di bawah US$ 88.000, berlawanan dengan harga emas, perak, dan tembaga yang justru melonjak ke rekor tertinggi.
Padahal pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mencatatkan kejutan besar dengan ekspansi PDB sebesar 4,3% pada kuartal III-2025, jauh melampaui estimasi analis yang hanya memproyeksikan angka 3,2%. Data terbaru dari Bureau of Economic Analysis ini memberi gambaran ekonomi paling akurat tahun ini, setelah sempat tertunda akibat government shutdown.
Baca Juga
Regulasi Membaik, Harga Bitcoin Justru Tertinggal dari Pasar Saham
Sebagai kilas balik, PDB sempat turun 0,5% di kuartal I-2025 akibat efek tarif baru, namun melonjak 3,8% di kuartal kedua didorong oleh penurunan impor.
Dari sisi produk investasi institusional, ETF Bitcoin Spot mencatatkan arus keluar (net outflow) selama tiga hari berturut-turut dengan nilai mencapai US$ 142,19 juta pada hari terakhir. Sebaliknya, ETF Ethereum akhirnya memutus tren negatif dan berbalik positif (inflow) sebesar US$ 84,59 juta yang didominasi produk Grayscale.
Tren positif juga berlanjut pada ETF aset lainnya, di mana ETF XRP berhasil menarik dana sebesar US$ 43,89 juta dan ETF Solana menambah aliran masuk sebesar US$ 7,47 juta.
Sementara itu, menilik data Coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$ 86.942,92 pada Rabu (24/12/2025). Aset kripto terbesar di dunia itu turun 0,63% secara harian, seiring tekanan jual yang masih mendominasi pasar.
Pelemahan harga turut menyeret kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi sekitar US$ 1,73 triliun, juga turun 0,63%. Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat mencapai US$ 39,89 miliar, tumbuh 0,77%, mengindikasikan aktivitas transaksi tetap tinggi di tengah koreksi harga.
Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di level 2,31%, mencerminkan likuiditas yang relatif terjaga. Adapun total pasokan Bitcoin tercatat sebanyak 19,96 juta BTC, mendekati batas maksimum suplai 21 juta BTC, dengan jumlah yang sama telah beredar di pasar.
Secara intraday, grafik pergerakan harga menunjukkan volatilitas cukup tinggi. Bitcoin sempat bergerak di kisaran US$ 87.400–88.000, sebelum kembali melemah dan bertahan di bawah level US$ 87.000 hingga siang hari.
Tekanan harga ini terjadi di tengah sentimen pasar kripto yang masih berhati-hati, menyusul koreksi pasar global dan aksi ambil untung investor setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar kini mencermati area support di kisaran US$ 86.000, sementara level US$ 88.000–89.000 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk memulihkan tren penguatan.

