IHSG Menguat Tipis, Bertahan Hijau di Penutupan Sesi I
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi I, Rabu (24/12/2025) dan ditutup di level 8.587,49 atau naik 2,71 poin (0,03%), setelah sempat cukup berfluktuatif sejak pembukaan pagi tadi.
Sesi perdagangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,89 triliun itu menunjukkan kenaikan harga 289 saham, penurunan harga 343 saham, dengan 170 saham lainnya mengalami stagnan. Volume perdagangan sebanyak 19,06 miliar saham dengan frekuensi 1,52 juta kali setengah hari ini menggerakkan IHSG di kisaran 8.553,7-8.611,3.
Kenaikan tipis IHSG, antara lain ditopang oleh penguatan indeks saham sektor infrastruktur sebesar 1,4%, properti 0,7%, industri 0,41%, dan konsumer primer 0,25%. Sedangkan pelemahan melanda indeks saham sektor transportasi 0,79%, konsumer non-primer 0,48%, dan keuangan 0,25%.
Baca Juga
IHSG Sebelum Natal Berbalik Menguat 0,15%, Saham ASJT, BCIP, dan KUAS Paling Ceria
Saham dengan penguatan harga terbesar pada penutupan sesi I hari ini, antara lain saham MGNA sebesar 30,82% menjadi Rp 208, BCIP naik 27,14% menjadi Rp 89, dan saham LEAD naik 24% ke posisi Rp 155.
Kemudian sentimen kenaikan harga komoditas logam mengangkat harga saham emiten seperti HRTA sebesar 5,5%, INCO 2,2%, ANTM 2,2%, dan ARCI 1,8%.
Sementara dari sisi top losers, saham PJHB mengalami pelemahan terbesar sekitar 13,95% menjadi Rp 222, MEDS turun 12,94% menjadi Rp 74, dan CSMI terkoreksi 8,94% menjadi Rp 224.
“Bursa-bursa Asia juga bergerak cenderung mendatar pada hari perdagangan terakhir menjelang libur Natal,” ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta dalam risetnya, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga
IHSG Ditutup Turun 0,71% ke Level 8.584, Sektor Properti hingga Keuangan Jadi Pemicunya
Sebelumnya, IHSG terkoreksi 61,06 poin (0,71%) ke level 8.584,78 pada penutupan perdagangan Selasa (23/12/2025). Sepanjang hari indeks bergerak pada rentang 8.566,99-8.656,65.
Merujuk data perdagangan BEI, volume perdagangan mencapai 41,30 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,37 triliun. Frekuensi transaksi sebanyak 2,75 juta kali, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.717,95 triliun. Sebanyak 373 saham melemah, sementara 275 saham menguat dan 157 saham bergerak stagnan.
Pelemahan indeks melanda sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 0,81%, kesehatan 0,66%, barang baku 0,37%, transportasi 0,45%, keuangan 0,81%, properti 1,24% dan konsumer non primer 0,45%. Sebaliknya penguatan didukung sektor teknologi, infrastruktur, industri dan konsumer primer.
Pada daftar top gainer, saham ATAP memimpin penguatan 25% atau naik 104 poin ke level Rp 520. Kemudian saham PADA turut menyentuh ARA, menguat 56 poin atau 25% ke harga Rp 280.
Saham INET juga mencatatkan kenaikan 170 poin atau 24,82% ke level Rp 855. Diikuti saham SKBM yang naik 150 poin atau 24,79% ke posisi Rp 755 dan saham MEDS yang menguat 16 poin atau 23,19% ke level Rp 85.

