IHSG Awal Pekan Rebound 0,42%, saham PAMG hingga DPUM Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/12/2025), ditutup rebound sebanyak 36,29 poin (0,42%) menjadi 3.645. Rentang pergerakan 8.607-8.648 dengan nilai transaksi Rp 20,43 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah saham, seperti saham DSSA melesat 1,17%, EMAS naik 6,67%, INCO naik 8,03%, CMRY menguat 3,26%, HRTA menguat 10,62%.
Penguatan juga didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi naik 2,50%, material dasar 1,94%, konsumer primer 0,80%, kesehatan 0,62%, dan transportasi naik 0,59%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor teknologi, infrastruktur, dan property.
Baca Juga
China Pertahankan Suku Bunga di Tengah Data Ekonomi yang Lemah
Di tengah rebound tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan pesat, seperti saham PAMG naik 30,30% menjadi Rp 86, NETV naik 25,64% menjadi Rp 147, LRNA naik 25% menjadi Rp 300, SKBM menguat 24,49% menjadi Rp 605, dan DPUM naik 24,32% menjadi Rp 276.
Adapun IHSG sepanjang pekan lalu ditutup melemah sebanyak 50,94 poin (0,59%) menjadi 8.609. pelemahan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan sejumlah saham-saham big cap, seperti, saham BYAN anjlok 7,54%, saham FILM melemah 19,55%, TLKM turun 3,94%, AMMN meloro 5,95%, dan BRMS melemah 8,13%. Penurunan juga melanda saham CUAN, BRPT, BREN, dan BUMI.
Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi anjlok 2,85%, teknologi 3,24%, konsumer primer 3,52%, material dasar 2,25%, property 1,53%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan, kesehatan, konsumer non primer, dan industry.
Baca Juga
Tersisa 5 Hari Bursa, IHSG Bisa Tembus 9.000 Dengan Syarat Ini
Meski IHSG melorot, sejumlah saham berikut berhasil catatkan penguatan pesat pekan lalu, seperti saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Saham yang listing perdana pada 8 Desember ini telah melesat dari harga Rp 168 menjadi Rp 1.330. Sedangkan kenaikan pekan ini melesat dari Rp 550 menjadi Rp 1.330 atau melambung 141,82% dalam sepekan.
Posisi berikutnya ditempati saham DPUM yang naik lebih dari dua kali lipat. Harga DPUM meningkat dari 108 menjadi 222 atau naik 114 poin, setara 105,56% secara mingguan. Saham SSTM juga menunjukkan performa kuat setelah menguat dari 1.385 ke 2.520. Kenaikan 1.135 poin tersebut mencerminkan pertumbuhan harga sebesar 81,95% dalam sepekan.

