Laporan CoinGecko: Indonesia Konsisten Masuk 10 Besar Negara dengan Minat Memecoin Tertinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kebangkitan eksplosif sektor koin meme atau memecoin telah menjadi salah satu perkembangan pasar yang paling menentukan di dunia kripto sejak euforia Dogecoin awal tahun 2021. Meskipun musim pertama tersebut sangat terkonsentrasi pada aset bertema anjing, siklus 2024 memicu ekspansi yang jauh lebih beragam, didorong oleh peluncuran platform seperti Pump.fun, narasi AI, dan bahkan politik.
Untuk pasar Indonesia, ada laporan kondisi memecoin 2025 versi CoinGecko yang menarik. Di mana, Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan minat tinggi terhadap aset kripto jenis memecoin sepanjang 2025, seiring dominasi negara berkembang dalam peta ketertarikan global terhadap sektor kripto spekulatif tersebut.
Berdasarkan data Top 10 Countries Most Interested in Memecoins by Category Page Views, Indonesia secara konsisten tercatat berada di kelompok 10 besar negara dengan minat memecoin terbesar dunia. Kontribusi minat pengguna Indonesia berkisar di rentang 5–7% sepanjang tahun, menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara seperti Brasil, Filipina, dan Vietnam.
Tren ini menegaskan bahwa pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi motor utama minat global terhadap memecoin. Secara kumulatif, tujuh dari sepuluh negara dengan ketertarikan tertinggi terhadap memecoin berasal dari emerging markets, dengan kontribusi hampir 38% dari total minat global.
Sementara itu, Amerika Serikat tetap menjadi negara dengan porsi minat terbesar, bahkan meningkat hingga mendekati 30% pada paruh kedua 2025. Namun, dari kelompok negara maju, hanya Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda yang mampu bertahan di daftar 10 besar.
Di sisi lain, meski Indonesia masih menunjukkan ketertarikan yang relatif stabil, tren global memecoin justru mengalami pelemahan signifikan. Secara keseluruhan, minat terhadap memecoin tercatat turun lebih dari 80% sejak awal tahun, seiring menyusutnya kapitalisasi pasar memecoin dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset kripto berisiko tinggi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sentimen global melemah, investor ritel di Indonesia dan negara berkembang lainnya masih melihat memecoin sebagai instrumen spekulatif yang menarik, terutama di tengah keterbatasan akses terhadap instrumen investasi berisiko tinggi lainnya.
Baca Juga
Pasar Kripto Memanas: Bitcoin, BNB, hingga Memecoin Bergerak Naik
Lebih lanjut, minat terhadap aset kripto jenis memecoin menunjukkan pergeseran signifikan sepanjang tahun ini. Amerika Serikat dan India tercatat memulai tahun sebagai dua negara dengan tingkat ketertarikan tertinggi terhadap memecoin, masing-masing sekitar 20% dari total minat global.
Namun, hingga akhir tahun, porsi minat pengguna dari Amerika Serikat meningkat tajam mendekati 30%. Kenaikan ini mencerminkan perubahan regulasi serta persepsi pasar terhadap memecoin di negara tersebut, yang dinilai semakin terbuka dibandingkan awal tahun.
Data juga menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh negara dengan tingkat minat tertinggi terhadap memecoin berasal dari pasar negara berkembang. Negara-negara tersebut menyumbang hampir 38% dari total minat global, menandakan tingginya ketertarikan investor ritel di kawasan emerging market terhadap sektor memecoin.
Sementara itu, dari kelompok negara maju, hanya Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda yang masuk dalam daftar sepuluh besar negara dengan minat tertinggi terhadap memecoin.
Meski demikian, secara global, tren minat terhadap memecoin justru mengalami penurunan sejak awal tahun. Total ketertarikan pasar tercatat menyusut hingga 81,6%, sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar memecoin secara keseluruhan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya sentimen investor terhadap aset spekulatif tersebut di tengah dinamika pasar kripto global.
Baca Juga
Elon Musk Kembali Ganti Nama Profil di X Jadi Kekius Maximus, Harga 'Memecoin' Ini Terbang Tinggi
Kapitalisasi Pasar Memecoin Melonjak
Di sisi lain, meskipun pasar memecoin runtuh di akhir siklus bullish kripto 2021, kapitalisasi pasar memecoin secara keseluruhan melonjak ke level historis pada tahun 2024. Selama musim memecoin pertama yang dipimpin oleh Dogecoin (DOGE) pada tahun 2021, kapitalisasi pasar memecoin secara keseluruhan tumbuh hingga mencapai puncaknya sebesar US$ 88,0 miliar pada tanggal 29 Oktober. Kapitalisasi pasar DOGE mencapai US$ 31,5 miliar, mewakili 35,8% dari sektor tersebut. Volume perdagangan harian melonjak menjadi US$ 49,6 miliar pada tanggal 28 Oktober.
Peluncuran Pump.fun dan platform serupa pada tahun 2024 memicu ledakan memecoin baru di Solana, yang juga mendorong BONK dan PEPE ke level tertinggi baru. Bersama dengan minat yang diperbarui pada DOGE, kapitalisasi pasar memecoin secara keseluruhan mencapai rekor tertinggi baru sebesar $150,6 miliar pada Desember 2024, didorong oleh terpilihnya kembali Trump.
Volume perdagangan memecoin melonjak sebesar +767,1% dari rata-rata harian $1,1 miliar pada tahun 2023 menjadi US$ 9,7 miliar pada tahun 2024, mencapai puncaknya pada US$ 87,4 miliar setelah Robinhood dan Coinbase mengumumkan pencatatan WIF dan PEPE. Namun, peluncuran kontroversial TRUMP dan LIBRA pada Januari 2025 juga menandai penurunan tajam sektor ini selanjutnya, karena total kapitalisasi pasar memecoin menyusut menjadi $47,2 miliar pada November 2025.
Memecoin Bertema Anjing
Reli memecoin pertama, yang dimulai pada tahun 2021, diawali dengan kenaikan harga DOGE yang masif pada paruh pertama tahun 2021, didorong oleh dukungan vokal Elon Musk untuk memecoin tersebut. Bersamaan dengan Musk yang menambahkan utilitas untuk DOGE di SpaceX dan Tesla, harga DOGE naik secara eksponensial. Kapitalisasi pasar DOGE meningkat 124 kali lipat dari US$ 707,5 juta pada awal tahun 2021 menjadi rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 88,8 miliar pada Mei 2021.
Meskipun sebelumnya memegang monopoli hampir 100% di pasar memecoin sebelum tahun 2021, kesuksesan Dogecoin memicu gelombang memecoin baru, yang mendapatkan daya tarik setelah penurunan DOGE. Pada paruh kedua tahun 2021, meningkatnya popularitas memecoin alternatif seperti SHIB, SAFEMOON, dan ELON menyebabkan pangsa pasar DOGE turun menjadi 46,0% pada akhir tahun 2021.
Meskipun DOGE memulihkan sebagian pangsa pasarnya dari tahun 2022 hingga 2023, gelombang memecoin baru yang dimulai pada Maret 2024 perlahan mulai merebut pangsa pasar DOGE, yang anjlok ke titik terendah 27,3% pada Oktober 2024. Namun, DOGE telah menunjukkan ketahanannya meskipun menghadapi banyak penantang baru, pulih kembali ke pangsa pasar 47,3% sementara yang lain mengalami penurunan.
Tidak termasuk Dogecoin (DOGE), kapitalisasi pasar token bertema anjing mencapai 39,5% dari total kapitalisasi pasar memecoin. Selain memecoin bertema anjing, segmen terkait lainnya, seperti 4chan dan token yang terinspirasi hewan, juga termasuk dalam kategori memecoin yang paling populer. Secara khusus, kesuksesan PEPE, POPCAT, dan MEW membantu mendorong kapitalisasi pasar memecoin bertema katak dan kucing.

