Telkom (TLKM) Buka Peluang IPO InfraNexia Usai Spin-Off Aset Fiber
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Dian Siswarini merespons peluang PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO) saham usai resmi spin-off bisnis dan aset.
Dian menyampaikan bahwa hingga kini seluruh opsi strategis masih terbuka, baik melalui IPO saham maupun dengan menggandeng mitra strategis.
Baca Juga
Telkom Resmi Spin-Off Bisnis Wholesale Fiber Tahap I ke InfraNexia, Nilai Aset Segini
“Nah tadi yang ditanyakan opsi masih terbuka ya, baik itu IPO maupun menggandeng mitra strategis,” ujar Dian saat menjawab pertanyaan investortrust.id dalam konferensi pers di The Telkom Hub, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Ia menegaskan fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan InfraNexia mampu bertransformasi menjadi entitas fiberco yang kuat dan terintegrasi. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Telkom yang lebih tinggi sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi Telkom Grup.
Menurut Dian, penguatan fundamental bisnis InfraNexia menjadi prioritas sebelum perseroan menentukan langkah korporasi lanjutan. “Jadi dari jawabannya masih terbuka kemungkinannya, belum dipastikan sebagai suatu keputusan di saat sekarang,” jelasnya.
Baca Juga
Sebagaimana diketahui, TLKM telah resmi melakukan pemisahan bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity Tahap I. Pada tahap awal ini, nilai aset InfraNexia tercatat sekitar Rp 35 triliun.
Setelah seluruh proses spin-off rampung, total nilai aset InfraNexia diproyeksikan menembus Rp 90 triliun. Dalam skema tersebut, Telkom menargetkan pengalihan hampir seluruh bisnis dan aset Fiber Connectivity atau sebesar 99,99% kepada InfraNexia. Namun, pada tahap pertama ini, realisasi pengalihan kepemilikan baru mencapai 50%.

