SpaceX Milik Elon Musk Pindahkan Bitcoin Gede-gedean di Tengah Persiapan IPO Terbesar di Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Perusahaan teknologi SpaceX milik orang terkaya di dunia Elon Musk memindahkan Bitcoin senilai lebih dari US$ 94 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) pada Rabu (10/12/2025), berdasarkan data on-chain dari Arkham Intelligence. Aksi ini terjadi di tengah laporan bahwa perusahaan transportasi luar angkasa dan kedirgantaraan tersebut sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada tahun 2026 mendatang.
Alamat dompet kripto yang ditandai sebagai milik SpaceX oleh Arkham mentransfer total 1.021 BTC ke dua alamat berbeda, masing-masing sebesar 407 BTC dan 614 BTC. “SpaceX baru saja mentransfer US$94 juta BTC. Mereka telah memindahkan sekitar US$ 100 juta BTC setiap minggu selama dua bulan terakhir,” tulis Arkham di X dilansir dari decrypt, Kamis (11/12/2025).
Serangkaian transfer ini menjadi yang terbaru setelah perusahaan beberapa kali mengalihkan jumlah serupa dalam beberapa minggu terakhir.
Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa IPO SpaceX menargetkan penggalangan dana lebih dari US$ 30 miliar atau setara Rp 500,8 triliun (kurs Rp 16.694 triliun) dan valuasi yang dapat mencapai US$ 1,5 triliun atau Rp 25.041 triliun. Langkah ini berpotensi menjadikan IPO tersebut sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar modal global.
🐦 Social Media Post
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga untuk Ketiga Kalinya, Bitcoin dan Ethereum Berfluktuasi
Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah pergerakan Bitcoin tersebut terkait dengan persiapan IPO. Sebelum transfer rutin tahun ini, SpaceX diketahui tidak memindahkan kepemilikan Bitcoin selama tiga tahun.
SpaceX sebelumnya tercatat memiliki hingga 25.000 BTC pada 2022, namun jumlah itu menyusut seiring waktu. Per Rabu, perusahaan masih memegang 8.285 BTC senilai sekitar US$770 juta, menjadikannya perusahaan swasta terbesar keempat dengan kepemilikan Bitcoin terbanyak.
Bitcoin sendiri diperdagangkan di kisaran US$9 2.287, pulih dari koreksi bulan November, meski masih 27% di bawah rekor tertingginya di atas US$1 26.000 pada Oktober.
Baca Juga
SpaceX Milik Elon Musk Bidik IPO 2026, Incar Dana Lebih dari US$ 25 Miliar
Sementara melansir The Street, karena Elon Musk sendiri adalah pendukung Bitcoin yang kuat, SpaceX mulai menambahkan aset digital tersebut ke neraca keuangannya pada tahun 2021. Namun, perusahaan tersebut melikuidasi sekitar 70% dari kepemilikan BTC-nya selama keruntuhan Terra-Luna dan kebangkrutan FTX pada tahun 2022.
Meskipun perusahaan teknologi luar angkasa ini berencana untuk go public pada pertengahan hingga akhir tahun 2026, perseroan akan menunda IPO hingga tahun 2027 tergantung pada kondisi yang ada, tambah laporan berita tersebut.

