Pasar Saham Bergairah: IHSG Naik 1,46% dan Net Buy Asing Melejit Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil catatkan kenaikan mengesankan sebanyak 1,46% menjadi 8.632 sepanjang pekan ini. Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan mayoritas indeks saham dunia.
Kenaikan tersebut membuat kapitalisasi pasar saham BEI meningkat sebanyak Rp 218 triliun menjadi Rp 15.844 triliun atau US$ 951 miliar dalam sepekan ini. Rata-rata nilai transaksi harianmencapai Rp 21,33 triliun pekan ini.
Baca Juga
Wall Street Menguat Setelah Rilis Data Inflasi AS, S&P 500 Naik 4 Hari Beruntun
Sejumlah saham pendorong utama penguatan indeks pekan ini datang dari kenaikan saham FILM sebanyak 38,8%, MORA naik 60,08%, TLKM naik 5,41%, IMPC menguat 20,32%, UNTR naik 10,18%, dan VKTR menguat 31,05%.
Adapun sektor saham pendorong penguatan indeks pekan ini datang dari kenaikan saham sektor industry 11,83%, sektor konsumer primer 10,07%, sektor infrastruktur 9,54%, sektor transportasi 6,28%, dan sektor teknologi 1,56%.
Saham dengan cuan paling tinggi pekan ini disumbangkan, saham ROCK melesat 143,38% menjadi Rp 1.655. TRON naik 89,29% menjadi Rp 159, TRUE menguat 78,12% menjadi Rp 228, IMJS naik 72,59% menjadi Rp 466, dan FPNI naik 72,13% menjadi Rp 1.575.
Net Buy Melonjak
BEI juga mencatatkan peningkatan pembelian bersih (net buy) saham oleh pemodal asing pekan ini menjadi Rp 2,48 triliun di seluruh pasar. Angka tersebut lebih tinggi dari pekan sebelumnya Rp 992,41 miliar.
Baca Juga
Ini Dua Strategi ITSEC Asia (CYBR) Pacu Ekspansi Bisnis Regional
Berlanjutnya net buy saham tersebut membuat penjualan bersih (net sell) saham oleh pemodal asing sepanjang year to date (ytd) turun menjadi Rp 27,09 triliun. Berdasarkan data dalam dua bulan terakhir terjadi kecenderungan aksi borong saham oleh pemodal asing.
Lima saham dengan catatan net buy terbanyak dalam sepekan, yaitu saham MORA sebanyak Rp 1,86 triliun, BMRI mencapai Rp 557,54 miliar, FILM senilai Rp 514,05 miliar, ASII mencapai Rp 429,33 miliar, dan IMPC sebanyak Rp 297,33 miliar.

