Perkuat Portofolio Non-Batu Bara, Bumi Resources (BUMI) Umumkan Akuisisi Baru Tahun Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas bisnis ke komoditas non-batu bara. Manajemen mengaku, akan mengumumkan akuisisi baru di luar komoditas batu bara, dalam 6-12 bulan ke depan.
Direktur Bumi Resources Christopher Fong menegaskan, perusahaan sedang menjalankan strategi diversifikasi transformasi yang mengalihkan fokus dari batu bara termal. Sambil tetap menjaga operasional batu bara termal perusahaan agar tetap berjalan dan berkinerja.
“Fokus kami adalah pada logam dan mineral, serta pemrosesan hilir. Kami akan mengumumkan akuisisi lebih lanjut dalam 6-12 bulan ke depan di sektor mineral, berpotensi di area lain di sektor tersebut,” jelas Chris dalam paparan publik secara virtual, Senin (1/12/2025).
Manajemen memperkirakan dalam 5-6 tahun ke depan atau sekira 2031, berdasarkan EBITDA konsolidasi, aset dan pendapatan perusahaan akan mencapai rasio 50:50 antara batu bara dan non-batu bara.
Baca Juga
BUMI Masuk Top Volume & Value di Sesi I, Intip Kembali Target Harga Ini?
Baru-baru ini, perusahaan pertambangan Grup Bakrie tersebut mempertegas diversifikasi portofolio, dengan akuisisi Wolfram Limited (WFL) dan memperluas kepemilikan di Jubilee Metals Limited (JML). Keduanya merupakan perusahaan yang memegang izin tambang emas dan tembaga di Australia.
“Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga strategi untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah tren permintaan global akan mineral strategis dan kritis,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam laporan per 11 November 2025.
Akuisisi tersebut menunjukkan bahwa BUMI tidak hanya mengandalkan produksi batu bara, tetapi juga berinvestasi pada komoditas bernilai tinggi, seperti emas, tembaga, dan logam strategis lainnya.

