Hanya Lepas 1,27% Saham, Investor Ini Raup Rp 1,61 Triliun dari Impack Pratama (IMPC)
JAKARTA, investortrust.id – PT Tunggal Jaya Investama, pemegang saham terbesar kedua, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melepas sebanyak 700 juta (1,27%) saham IMPC senilai Rp 1,61 triliun. Penjualan bertujuan untuk menambah free float.
Pelepasan sebagaian saham tersebut dilakukan saat saham IMPC melesat sepanjang year to date (ytd) lebih dari 825% menjadi Rp 3.110.
Pekan sebelumnya, PT Harimas Tunggal Perkasa terpantau telah melepas sebanyak 600 juata (1,09%) saham IMPC dengan harga penjualan Rp 995, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 597 miliar.
Baca Juga
Laba Impack Pratama (IMPC) Naik 14,33%, Simak Kembali Target Harga Saham Ini
Terkait penjualan saham IMPC oleh Tunggal Jaya Investama disebutkan sebagai realisasi investasi dan penambahan free float saham. Tunggal Jaya melepas sebanyak 700 juta saham IMPC dengan harga pelaksanaan Rp 2.300, sehingga diraup dana Rp 1,61 triliun.
Penjualan tersebut menjadikan total saham IMPC yang dikempit Tunggal Jaya Investama berkurang dari semula 39,11% menjadi 37,83% saham. Adapun Harimas Tunggal menguasai sebanyak 40,1% saham IMPC.
Selain mengumumkan penjualan saham, IMPC dalam keterangan resminya mengucurkan pinjaman senilai US$ 2,1 juta kepada anak usahanya Impack Vietnam Company Ltd. Pemberian pinjaman dilakukan pada 24 November 2025.
Pinjaman berjangka waktu 15 Desember 2025 hingga 31 Mei 2032 tersebut dikenakan kupon 4% per tahun. Selanjutnya dana pinjaman akan digunakan sebagai modal kerja.
Baca Juga
Raup Dana Rp 597 Miliar, Harimas Tunggal Lepas Saham Impack Pratama (IMPC) di Bawah Harga Pasar
Sebelumnya, PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), anak usaha PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT CECEPC Indonesia (CCEPC) untuk pengembangan proyek waste-to-energy (WTE) di Bali.
Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan akan mengeksplorasi potensi kolaborasi pengembangan proyek WTE di wilayah Bali. SKI berperan sebagai penyedia dukungan investasi, sementara CCEPC memberikan dukungan teknis sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan O&M (Operation & Maintenance).

