Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Ekspansi Demi Kejar Target Pendapatan Rp 6 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis dapat mencapai pendapatan sebanyak Rp 6 triliun hingga akhir 2025. Hal itu sejalan dengan strategi ekspansi serta diversifikasi produk perseroan untuk memastikan proyeksi pendapatan tersebut tercapai.
“Kita mempunyai target untuk tahun 2025 revenue kita itu adalah sekitar Rp 6 triliun. Selama 9 bulan pertama kita sudah mencapai Rp 4,4 triliun, jadi untuk kuartal keempat kita mempunyai target untuk bisa menghasilkan revenue kira-kira sebesar Rp 1,6 triliun supaya target kita di Rp 6 triliun tetap tercapai,” kata Direktur Utama DRMA Irianto Santoso dalam paparan publik secara daring, Kamis, (20/11/2025).
Irianto menambahkan, net profit (laba bersih) selama 9 bulan pertama 2025 mencapai Rp 428 miliar dari revenue yang Rp 4,4 triliun. “Nah target kita adalah paling tidak profit kita itu sama dengan tahun lalu dalam percentage yaitu 10,0%,” tambahnya.
Guna menopang ekspansi perusahaan, DRMA mengalokasikan belanja modal (capex) hingga Rp 400 miliar. “Kemudian capex yang sudah kita investasi atau yang akan kita investasi untuk tahun 2025 ini mungkin antara Rp 300 sampai 400 miliar,” ucapnya.
Investasi tersebut mencakup akuisisi, pembelian lahan dan bangunan di kawasan MM2100, serta pengembangan manufaktur battery energy storage system hingga auxiliary battery.
Baca Juga
Usai Umumkan Kenaikan Kinerja, Dharma Polimetal (DRMA) akan Akuisisi Perusaahan Komponen Ini
DRMA juga terus mengembangkan produk three wheelers untuk power age, baik untuk mesin pembakaran internal maupun kendaraan listrik. “Dan untuk ke depannya juga three wheelers ini mulai kita coba untuk masuk khususnya di area agribusiness,” tutur dia.
Perseroan turut memperluas lini baterai untuk sepeda motor, kendaraan roda empat, hingga bus dan truk. Irianto juga mengatakan akan memperkuat pasar ekspor, terutama ke Amerika Serikat melalui Hyundai.
“Pada tahun lalu kita mulai ekspor yaitu bulan Mei tahun 2024 itu sebesar 80 kontainer, dan pada tahun ini diperkirakan akan mencapai 127 kontainer. Sedangkan untuk tahun depan kita juga sudah mendapatkan banyak permintaan untuk meningkatkan ekspor kita ke Amerika,” ungkapnya.

