Strategi Perbaikan Harga Berbuah, Target Harga Saham TLKM Direvisi Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menunjukkan perbaikan kinerja pada kuartal III-2025 didorong kenaikan pendapatan data di segmen seluler, seiring berlanjutnya strategi perbaikan harga (price repair). Perbaikan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham TLKM.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta mengatakan, berdasarkan data rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler naik sebanyak 5,3% menjadi Rp 43.400 pada kuartal III-2025 hingga topang yield data sebesar 11,2%. Pendapatan data, internet, dan IT TLKM meningkat 5,5% secara kuartalan, sementara trafik data turun tipis 3% qoq. Perbaikan tersebut mencerminkan penyederhanaan produk serta penyesuaian struktur harga dan bonus.
Baca Juga
Sedangkan pendapatan layanan legacy turun 22% qoq dan kini hanya berkontribusi 6,8% terhadap pendapatan seluler, mendekati target manajemen sebesar 5%. Di sisi lain, segmen IndiHome masih menghadapi tekanan dengan penurunan 1,7% qoq dengan ARPU melemah menjadi Rp 210.000 pada 3Q25, meski jumlah pelanggan bertambah 200 ribu menjadi 10,3 juta.
“Penurunan ARPU Indihome terjadi seiring perpindahan pelanggan dari paket 3P/2P ke paket 1P serta penetrasi ke segmen entry-level di luar Jawa,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas yang diterbitkan pekan ini.
Begitu juga dengan segmen enterprise dan wholesale & international business (WIB) juga tunjukkan penurunan masing-masing -2,9% dan -7,7% qoq. Penurunan dipicu ketatnya belanja pemerintah dan penurunan pendapatan interkoneksi.
Meski kinerja keuangan masih tunjukkan penurunan, BRI Danareksa Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM. Bahkan, target harga direvisi naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000. Revisi naik ini mempertimbangkan disiplin harga dan eksekusi monetisasi yield yang membaik. Target harga ini juga menunjukkan valuasi menggunakan EV/EBITDA sebanyak 5,6 kali pada 2026 dengan revisi naik proyeksi ARPU tahun 2026 dan 2027 masing-masing ke Rp 45.000 dan Rp 46.100.
Baca Juga
TelkomGroup Kembangkan Hyperscale Data Center Berbasis AI, Batam Siap Jadi Hub Digital Asia Tenggara
Pergerakan harga saham TLKM juga akan dipengaruhi eksekusi rencana pelepasan sebagian kepemilikan (20–30%) saham InfraCo pada valuasi 9–12x EV/EBITDA dengan potensi menghasilkan imbal hasil dividen 5,4–7,8%. Harga tersebut juga telah mempertimbangkan proses pemindahan Indihome telah mendapatkan persetujuan Kementerian Keuangan.
Terkait pergerakan harga, saham TLKM menguat lebih dari 14% menjadi Rp 3.470 dalam sebulan terakhir. Sedangkan kenaikan sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) telah lebih dari 28%. Saham TLKM tercatat paling perform sepanjang ytd mengalahkan saham EXCL dengan kenaikan hanya 21,78% menjadi Rp 2.175. Sebaliknya saham ISAT justru turun sebanyak 9,66% menjadi Rp 2.740.

