Telkom (TLKM) Kantongi Pendapatan Rp 109,6 Triliun hingga Kuartal III-2025, Fokus Perkuat Data Center & Fiber
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menutup kuartal III tahun 2025 dengan kinerja solid di tengah tantangan ekonomi global. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 109,6 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp 54,4 triliun dan margin EBITDA sebesar 49,6%. Adapun laba bersih tercatat Rp 15,8 triliun, sementara normalized net income berada di level Rp 16,7 triliun atau margin 15,2%.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan serta kemampuan adaptasi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri yang terus berubah.
Baca Juga
TelkomGroup Topping Off Hyperscale Data Center di Batam, Siap Jadi Hub AI Asia Tenggara
“Kami berfokus pada optimalisasi nilai di segmen-segmen strategis, termasuk konektivitas fiber dan data center sebagai fondasi utama ekonomi digital Indonesia,” ujarnya melalui penjelasan resminya diterima Investortrust di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Telkom melanjutkan strategi transformasi TLKM 2030, dengan memperkuat peran sebagai strategic holding yang lebih lean dan efisien. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada anak usaha PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF). Setelah fase pertama spin-off, TIF akan mengelola 56% jaringan serat optik Telkom yang mencakup backbone, kabel bawah laut, dan jaringan akses.
Pada segmen consumer, Telkomsel membukukan pendapatan Rp 81,4 triliun dengan pertumbuhan ARPU sebesar 5,2%. Operator ini melayani 157,6 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome. Telkomsel juga mengoperasikan 288.295 BTS, terdiri dari 235.627 BTS 4G dan 4.009 BTS 5G, serta mencatat pertumbuhan trafik data sebesar 17,2% YoY.
Baca Juga
Di segmen Wholesale & International Business, Telkom mencatat pendapatan Rp 14,2 triliun atau tumbuh 5,7% YoY. Segmen Enterprise membukukan pendapatan Rp 14,9 triliun, dengan fokus pada penguatan solusi Connectivity+, keamanan siber, dan pemanfaatan AI.
Pada bisnis menara, Mitratel meraih pendapatan Rp 6,9 triliun dengan pertumbuhan layanan serat optik 23,8% YoY. Mitratel kini memiliki 40.102 menara dan tenancy ratio meningkat menjadi 1,55x, dengan 59% menara berada di luar Jawa.
Data Center dan AI
Pada segmen Data Center dan Cloud, Telkom membukukan pendapatan Rp1,4 triliun. Melalui NeutraDC, tingkat utilisasi data center mencapai 89%, sementara total kapasitas Telkom Group mencakup 44 MW + 2.451 rak di 35 fasilitas di Indonesia dan luar negeri.
NeutraDC juga mengembangkan layanan Neutra Connect dan Neutra Compute, sekaligus menyelesaikan pembangunan Hyperscale Data Center Batam dan ekspansi HDC Cikarang Campus 2.
Baca Juga
Hingga kuartal III 2025, Telkom merealisasikan belanja modal Rp 15,4 triliun, terutama untuk penguatan infrastruktur jaringan, data center, cloud computing, dan layanan digital. Perseroan juga memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui perolehan sertifikasi ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018.
Dian menegaskan komitmen perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang. “Kami akan terus berinovasi dan menghadirkan solusi digital yang relevan, demi memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

