Hingga September, Ekspor Batu Bara Turun 20,85% Capai US$ 17,94 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia selama periode Januari-September 2025. Pada periode ini, ekspor batu bara melemah tajam baik dari sisi nilai maupun volume.
“Nilai ekspor batu bara turun 20,85% secara kumulatif,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Pudji Ismartini di kantornya, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Kinerja ekspor batu bara pada Januari-September 2025 mencapai US$ 17,94 miliar. Angka ini lebih rendah dari capaian ekspor periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 22,67 miliar.
Baca Juga
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, PTBA Kembangkan Kalium Humat dari Batu Bara
Penurunan ini juga terlihat dari volume ekspor batu bara. Sepanjang periode Januari-September 2025, ekspor batu bara hanya mencapai 285,23 juta ton atau lebih rendah 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 299,41 juta ton.
Di tengah kenaikan harga komoditas logam mulia, harga batu bara mengalami penurunan secara bulanan dan tahunan. Harga batu bara turun sebesar 5,2% secara bulanan dan 23,62% secara tahunan.
Harga batu bara menyentuh US$ 106,32 per metrik ton turun drastik sejak kenaikan harga pada September 2022 yang mencapai US$ 430,81 per metrik ton, September 2023 yang mencapai US$ 162,47, dan US$ 139,2 pada September 2024.
Penurunan nilai batu bara menyeret turun nilai ekspor komoditas non-migas periode yang sama Januari-September 2025. Selama periode Januari-September 2025, nilai ekspor dari subsektor pertambangan turun 23,7% menjadi US$ 26,73 miliar dari periode sebelumnya tahun lalu yang sebesar US$ 35,03 miliar.
Baca Juga
Dukung Swasembada Pangan, Bukit Asam (PTBA) Ubah Batu Bara Jadi Kalium Humat
Sementara itu, dua komoditas unggulan Tanah Air, yaitu besi dan baja, serta curde palm oil (CPO) dan turunannya mengalami kenaikan dari sisi nilai dan volume selama periode Januari-September 2025.
Besi dan baja mengalami kenaikan nilai ekspor sebesar 11,81% secara tahunan menjadi US$ 21,01 miliar dengan volume yang naik 12,25% menjadi 17,32 juta ton. Nilai ekspor CPO dan turunannya naik 32,4% secara tahunan menjadi US$ 18,14 miliar dan volume ekspor komoditas ini naik 11,62% sebesar 17,58 juta ton.

