Faktor Ini Dongkrak Laba MDLA Jadi Rp 294 Miliar per September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2025. Laba bersih sebesar meningkat 16,3% menjadi Rp 294 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ditopang strategi diversifikasi bisnis dan langkah efisiensi yang konsisten diterapkan di seluruh lini usaha.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, pendapatan MDLA mencapai Rp 11,1 triliun atau tumbuh 2,8% secara tahunan. Sementara laba kotor meningkat 5,6% menjadi Rp 1,07 triliun, seiring optimalisasi portofolio produk dan kontribusi positif dari sejumlah prinsipal strategis.
Baca Juga
Direktur Utama Medela Potentia (MDLA) Krestijanto Pandji menyampaikan bahwa perseroan terus memperkuat sinergi lintas entitas anak untuk menjaga kualitas pertumbuhan. “Kami terus memperkuat integrasi dan menjaga efisiensi operasional, sehingga pertumbuhan yang dicapai tetap berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11/2025).
Pada lini manufaktur alat kesehatan, entitas anak PT Deca Metric Medica (DMM) mencatat pencapaian ekspor perdana ke Timor Leste dan Kamboja, yang menjadi langkah penting dalam memperluas pasar regional.
Pada platform digital, pertumbuhan juga berlanjut baik di segmen B2B maupun B2C. GPOS B2B mencatat pertumbuhan penjualan 10% dengan peningkatan cakupan distribusi hingga 22%. Sementara GoApotik membukukan pertumbuhan pendapatan 31%, kenaikan jumlah pelanggan 34%, serta peningkatan transaksi sebesar 13%.
Baca Juga
Perkuat Jaringan Distribusi, MDLA Groundbreaking Gudang di Medan
Adapun di segmen distribusi, melalui PT Anugrah Argon Medica (AAM), MDLA menambah empat principal baru hingga akhir kuartal III, terdiri dari satu kategori consumer health dan tiga alat kesehatan. Penambahan ini memperkuat peran AAM sebagai mitra distribusi utama bagi produsen farmasi dan alat kesehatan nasional maupun internasional.
“Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi MDLA dalam membangun tata kelola yang baik, tangguh, dan berorientasi keberlanjutan. Kami optimistis momentum positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun,” tutup Krestijanto Pandji.

