Perkuat Jaringan Distribusi, MDLA Groundbreaking Gudang di Medan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melalui entitas anaknya, PT Anugrah Argon Medica (AAM), membangun gedung baru di Medan, Sumatera Utara. Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat jaringan distribusi farmasi di wilayah utara Sumatera, seiring meningkatnya permintaan produk kesehatan.
Gedung baru AAM berdiri di atas lahan sekitar 10.000 m² dengan luas bangunan 6.500 m², menggabungkan fungsi kantor dan gudang modern. Kapasitas penyimpanan akan ditingkatkan, termasuk fasilitas cold storage (2°–8°C), suhu sejuk (15°–25°C), dan suhu kamar (<30°C) yang dilengkapi sistem pemantauan suhu 24 jam untuk memastikan kualitas dan khasiat obat tetap terjaga hingga sampai ke tangan pelanggan.
Baca Juga
Medela Potentia (MDLA) Ekspor Perdana Alat Kesehatan ke Kamboja dan Timor Leste
Direktur Utama MDLA, Krestijanto Pandji, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat infrastruktur distribusi nasional. “Pembangunan gedung baru AAM cabang Medan akan meningkatkan pelayanan dan akses obat-obatan, sehingga berdampak positif pada kualitas kesehatan masyarakat Sumatera Utara dan sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/8/2025).
Sementara itu, Operations Director AAM, Setyawan Pantja Juwono, menekankan posisi strategis Medan sebagai gerbang logistik utama Sumatera. “Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, stok obat-obatan dapat ditingkatkan dan jangkauan distribusi di Sumatera Utara semakin luas. Gudang ini akan menjadi titik distribusi baru yang memperkuat jangkauan layanan kami,” jelasnya.
Baca Juga
Net Buy Jumbo Rp 2,20 Triliun, Asing Akhirnya mulai Borong Saham BBRI, BBCA, dan BMRI
Pembangunan ini ditargetkan rampung pada kuartal III-2026 dan akan menjadi hub distribusi strategis yang memperkuat daya saing AAM sekaligus mendukung pertumbuhan industri distribusi farmasi dan alat kesehatan nasional.
Hingga semester I-2025, MDLA menceta kenaikan laba bersih dari Rp 173,06 miliar menjadi Rp 200,33 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan bersih perseroan dari Rp 7,15 triliun menjadi Rp 7,41 triliun.

