Indocement (INTP) Optimistis Pemulihan Permintaan Semen Baru Terjadi 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,06 triliun hingga kuartal III-2025, naik tipis 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,05 triliun.
Kenaikan laba ini berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru turun 3% menjadi Rp 12,91 triliun. Beban pokok pendapatan juga terkoreksi 4% menjadi Rp 8,87 triliun, sehingga Indocement mencatatkan margin laba bruto sebesar Rp 4,04 triliun atau 31,3% dari total pendapatan.
Baca Juga
Pada periode ini, total volume penjualan semen dan klinker tercatat 14.443 ribu ton, turun 2,0% secara tahunan. Manajemen menilai tren tersebut sejalan dengan pelemahan permintaan domestik.
Perusahaan memproyeksikan permintaan semen nasional pada 2025 akan tertekan sekitar 2–3%. Hal ini dipengaruhi pemotongan belanja infrastruktur dan daya beli masyarakat yang masih lemah.
“Kami mengantisipasi peningkatan permintaan pada 2026, dengan perkiraan awal pertumbuhan sekitar 1%. Hal ini didorong oleh paket stimulus, penurunan suku bunga, perpanjangan diskon PPN properti, serta peningkatan alokasi anggaran pekerjaan umum,” tulis manajemen dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga
Indocement (INTP) dan Anak Usaha Bakrie (BNBR) Dirikan Bangunan Berteknologi 3DCP
Sementara itu, data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menunjukkan pasar semen domestik turun 3,1% pada kuartal III-2025, terutama karena penurunan semen curah sebesar 9,8%. Adapun pasar semen kantong relatif stabil, hanya turun tipis 0,1%.
Volume penjualan domestik Indocement mencapai 14.020 ribu ton, turun 3,6% dibanding tahun lalu. Namun volume ekspor melonjak 124,2% menjadi 423 ribu ton. “Pangsa pasar domestik kami berada di level 29,3% pada kuartal III-2025,” ungkap manajemen.

