IHSG Ditutup Berbalik Melemah 0,40%, Sebaliknya 4 Saham Cetak ARA Dipimpin CINT
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/11/2025), ditutup berbalik melemah sebanyak 33,17 poin (0,40%) menjadi 8.241, meski sesi I sempat menguat 0,25%. Rentang pergerakan 8.225-8.317 dengan nilai transaksi Rp 17,99 triliun.
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar melemah 2,22%, sektor property 2,62%, sektor teknologi 1,15%, sektor konsumer primer 0,43%, sektor keuangan 0,37%, sektor konsumer non primer 0,38%, sektor infrastruktur 0,27%, dan sektor transportasi 0,45%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industry 3,62%.
Baca Juga
PT KAI Minta Rp 4,8 Triliun untuk Tambah 30 Rangkaian KRL Jabodetabek, Prabowo Kasih Rp 5 Triliun
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CINT ditutup menguat 33,77% menjadi Rp 206, FPNI naik 25% menjadi Rp 320, dan saham ATIC naik 24,80% menjadi Rp 770. Kenaikan juga melanda saham UVCR sebanyak 22,22% menjadi Rp 121.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 111,2 poin (1,36%) menjadi 8.275,08 dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,03 triliun. Terbanyak saham BBCA Rp 444,97 miliar, PTRO Rp 161,26 miliar, dan BBRI Rp 151,62 miliar.
Baca Juga
Perkuat Pendalaman Pasar Keuangan Syariah, OJK Dorong Inovasi Teknologi
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan saham sektor konsumer primer penyumbang utama sebanyak 2,18%. Selanjutnya sektor infrastruktur 1,76%, sektor transportasi naik 1,93%, sektor energi naik 1,36%, dan sektor material dasar 1,23%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property dan teknologi.
Di tengah lompatan IHSG, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KICI melesat 34,72% menjadi Rp 260, UVCR naik 33,78% menjadi Rp 99, RANC menguat 25% menjadi Rp 1.000, ATIC naik 25% menjadi Rp 625, FPNI naik 24,27% menjadi Rp 256, dan POLU menguat 19,98% menjadi Rp 26.125. Meski tak ARA, saham KIOS melambung 22,54% menjadi Rp 87 dan TIRA naik 22,44% menjadi Rp 1.555.

