IHSG Oktober Naik 1,27%, Saham RISE, NTBK, dan ASLI Tercuan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Oktober 2025 menguat sebanyak 102 poin atau 1,27%dari 8.061 akhir September menjadi 8.163 per akhir Oktober 2025. Meski demikian, indeks sempat menyentuh level penutupan tertinggi baru bulan ini 8.274 pada 23 Oktober dan level intraday tertinggi baru sepanjang masa level 8.354 pada 24 Oktober 2025.
Di tengah penguatan tersebut sejumlah saham yang catatkan lomptan mengensakan bulan ini lebih dari 200%, yaitu saham SSTM menguat lebih dari 210% menjadi Rp 875, RISE melesat lebih dari 232% menjadi Rp 11.525, dan ASLI hampir mencapai 200% menjadi Rp 200.
Baca Juga
Yield Treasury AS 10-Tahun Sentuh 4,1% Setelah Sinyal Hati-hati dari The Fed
Kenaikan peat juga melanda saham COCO lebih dari 131% menjadi Rp 410, NTBK menguat lebih dari 112% menjadi Rp 119, NIRO melesat lebih dari 124% menjadi Rp 278, KONI juga melambung lebih dari 101% menjadi Rp 3.780, PURI juga melesat lebih dari 145% menjadi Rp 464, ESTA naik lebih dari 138% menjadi Rp 222, dan CBRE menguat lebih dari 115% menjadi Rp 1.315.
Selain kenaikan indeks, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) lebih dari 13,71 triliun sepanjang Oktober 2025. Jika tak memperhitungkan crossing saham, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 554,31 miliar.
Net buy terbesar disumbangkan transaksi saham melalui pasar negosiasi atau crossing, seperti CASA mencapai Rp 5,65 triliun, PANI Rp 5,04 triliun, dan EXCL mencapai Rp 2,68 triliun. Sisanya disumbangkan net buy melalui pasar regular BBCA senilai Rp 2,05 triliun dan ASII sebanyak 1,19 triliun.
Baca Juga
Rugi Selisih Kurs Tekan Laba Indofood (ICBP) Turun 13% di Kuartal III-2025
Sedangkan pergerakan indeks sepanjang pekan ini mengalami penurunan sebanyak 107 poin atau 1,30% menjadi 8.163. Penurunan memicu kapitalisasi pasar saham BEI turun sebanyak Rp 377 triliun menjadi Rp 14.857 triliun. Pemodal asing juga mencatatkan net buy saham senilai Rp 5,53 triliun pekan ini atau meningkat dari perolehan tahun sebelumnya Rp 4,23 triliun.
Pemicu utama penurunan indeks pekan ini datang dari pelemahan saham sektor industry lebih dari 5,94%, sektor property lebih dari 2,60%, dan sektor energi melemah 188%. Sebaliknya sektor saham dengan kenaikan paling pesat pekan ini adalah sektor kesehatan 3,34%, sektor konsumer primer 1,22%, dan material dasar 0,53%.

