BREN Catat Kenaikan Laba Atribusi 23,8% Jadi Segini, Berikut Penopangnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil mencatat pertumbuhan kinerja yang solid didorong operasi yang stabil dan efisiensi biaya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menguat 23,8% menjadi US$ 107 juta hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 86 juta.
Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan konsolidasi emiten Prajogo Pangestu (BREN) ini sebanyak 3,6% menjadi US$ 457 juta, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 441 juta. Sementara itu, EBITDA tercatat US$ 399 juta, tumbuh 5,7% dengan margin meningkat menjadi 87,1% dari sebelumnya 85,4%. Laba bersih setelah pajak naik signifikan 19,1% menjadi US$ 132 juta, didukung penurunan beban bunga setelah optimalisasi utang sejak 2024.
Baca Juga
Green Era Lepas Saham Rp 4,16 triliun, BREN Kian Dekat Masuk MSCI dan FTSE Index?
CEO Barito Renewables (BREN) Hendra Soetjipto Tan mengatakan, portofolio panas bumi masih menjadi kontributor utama pertumbuhan kinerja hingga September 2025. “Operasional yang kuat dari aset panas bumi, termasuk kontribusi berkelanjutan dari Unit Binary Salak, memberi dorongan positif terhadap margin dan profitabilitas. Segmen angin juga mulai menunjukkan peningkatan produksi sesuai pola musiman,” tulisnya dalam rilis yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/10/2025).
Secara operasional, dia mengatakan, proyek retrofit Salak telah rampung pada kuartal III 2025 dengan tambahan kapasitas 7,7 MW. Bersama Unit Binary Salak yang beroperasi sejak Februari 2025, total kapasitas terpasang panas bumi Perseroan kini mencapai 910,3 MW, naik 24,3 MW atau 2,7% YoY.
Baca Juga
Pendapatan PGEO Naik Jadi US$ 318,86 Juta hingga September 2025, Sebaliknya Laba Tinggal Segini
Proyek retrofit Wayang Windu juga berjalan sesuai target dan diharapkan selesai akhir 2025, menambah kapasitas sekitar 18,4 MW. Selain itu, BREN mulai melakukan pengeboran eksplorasi di prospek Hamiding sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang.
Ke depan, dia mengatakan, perseroan akan melanjutkan pengembangan proyek Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang ditargetkan beroperasi komersial pada akhir 2026, untuk mendukung roadmap kapasitas energi terbarukan hingga 2,3 GW pada 2032.

